EmitenNews.com - Falmaco Industri (FLMC) semester I 2026 boncos Rp23,27 miliar. Bengkak 680,87 persen dari episode sama tahun lalu dengan koleksi rugi hanya Rp2,98 miliar. Oleh sebab itu, rugi bersih per saham dasar makin tebal menjadi Rp29,79 dari sebelumnya Rp3,83.

Pendapatan bersih Rp10,07 miliar, surplus tipis 10,41 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp9,12 miliar. Beban pokok pendapatan Rp21,53 miliar, bertambah tebal dari edisi akhir Juni 2025 senilai Rp12 miliar. Rugi kotor terkumpul Rp11,45 miliar, makin gemuk dari sebelumnya Rp2,87 miliar.

Beban umum dan administrasi Rp10,75 miliar, naik dari Rp4,59 miliar. Beban penjualan senilai Rp934,22 juta, susut dari Rp1,06 miliar. Rugi usaha Rp23,15 miliar, melonjak dari Rp8,53 miliar. Beban keuangan Rp94,3 juta, menicut dari Rp292,71 juta. Pendapatan lain-lain Rp593,51 juta, anjlok dari Rp5,78 miliar.

Defisiensi modal Rp2,59 miliar, drop dari akhir tahun sebelumnya dengan ekuitas Rp20,66 miliar. Defisit makin bengkak menjadi Rp90,67 miliar dari akhir 2025 senilai Rp67,4 miliar. Total liabilitas Rp39,73 miliar, bertambah dari Rp34,46 miliar. Jumlah aset Rp37,13 miliar, drop dari akhir tahun lalu Rp55,12 miliar.

Di sisi lain, saham FLMC justru bergerak atraktif. Menyudahi perdagangan Senin, 7 September 2026, saham FLMC melejit 6,48 persen setara 7 poin menjadi Rp115. Sebulan terakhir, saham FLMC malah melesat 51,32 persen atau 39 poin dari edisi 10 Agustus 2026 di level Rp76.

Dalam tempo 52 minggu terakhir, saham FLMC sempat menyentuh posisi tertinggi di kisaran Rp354, dan level terendah Rp50 per eksemplar. FLMC diperkuat dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp89,84 miliar. (*)