Rumor BYAN Dibeli Haji Isam Makin Panas, Jenny Quantero Buka Fakta Ini
:
0
Terminal batubara Bayan Resources
EmitenNews.com - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) akhirnya buka suara terkait rumor pengambilalihan saham perseroan oleh pengusaha Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengannya. Dari penjelasan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen BYAN mengaku belum mengetahui adanya rencana transaksi tersebut.
Pernyataan itu disampaikan BYAN melalui surat bernomor 187/BR-IDX/VIII/2026 tertanggal 18 Agustus 2026, sebagai tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait pemberitaan mengenai rumor akuisisi BYAN oleh Jhonlin Grup.
Corporate Secretary Bayan Resources, Jenny Quantero, menyatakan perseroan saat ini tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham sebagaimana informasi yang beredar.
Namun, ada fakta lain yang turut diungkap manajemen. Pemegang saham pengendali BYAN disebut telah menyampaikan kepada perseroan bahwa dari waktu ke waktu, mereka sebagai investor dapat mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di perseroan.
Terkait isu spesifik mengenai rencana pengambilalihan sekitar 62,2% saham BYAN oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengannya, BYAN kembali menegaskan belum mengetahui adanya rencana transaksi tersebut hingga tanggal surat diterbitkan.
"Perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi sekitar 62,2% saham Perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam," tulis manajemen.
Bukan hanya soal pihak pembeli, BYAN juga menyatakan tidak memiliki informasi mengenai status rencana transaksi, pihak-pihak yang terlibat maupun struktur transaksi yang disebut-sebut dalam informasi beredar.
Begitu pula dengan porsi saham dan nilai transaksi. Perseroan mengatakan belum memiliki informasi mengenai saham yang akan dialihkan maupun nilai transaksi terkait rumor pengambilalihan tersebut.
Dengan belum adanya transaksi yang dapat dikonfirmasi, BYAN juga belum dapat memberikan penjelasan mengenai dampaknya terhadap pengendalian perseroan.
Manajemen menegaskan tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan perseroan yang berkaitan dengan informasi tersebut. Alasannya, hingga saat ini tidak terdapat transaksi yang dapat dikonfirmasi oleh BYAN.
Related News
DPR Sebut Presiden Usulkan Sarjito jadi Kepala Bursa Mineral Strategis
Japfa Comfeed (JPFA) Raih Penjualan Rp35,25 Triliun, Beban Pokok Naik
PHE Minta Elnusa Ubah Susunan Pengurus, RUPS Digelar 9 September
Bursa Tutup, 5 dari 6 Saham Haji Isam Kompak Naik Mentok ARA!
MBSS Ungkap Alasan 5 Pucuk Pimpinan yang Hengkang Usai Diakuisisi
WGSH Siapkan Emisi Surat Utang, Danai Proyek Return 3% Nett per Bulan





