Rupiah dan IHSG Merosot Berbarengan, Mirae: Sinyal Risiko Meningkat
Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta (Emitennews/Aji).
EmitenNews.com -PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang ketahanan ekonomi domestik terhadap guncangan eksternal semakin terbatas, seiring pelemahan rupiah yang bertahan di atas level 17.000 dan meningkatnya tekanan fiskal di tengah sentimen global yang masih bergejolak.
Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, dalam keterangan tertulis, Kamis (7/4/2026) mengatakan, pergerakan rupiah di level tersebut, meski indeks dolar relatif stabil, mengindikasikan Bank Indonesia mulai memberi ruang penyesuaian nilai tukar setelah periode intervensi agresif.
Dalam dua bulan pertama 2026, cadangan devisa Indonesia tercatat turun sekitar USD4,6 miliar dibandingkan posisi akhir 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh pembayaran utang valas serta langkah stabilisasi nilai tukar di tengah tekanan eksternal.
Di pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan sempat terkoreksi hingga di bawah level 7.000, mencerminkan dominasi sentimen risk-off. Kondisi ini, menurut Rully, memperlihatkan ruang stabilisasi pasar yang semakin terbatas di tengah tekanan global yang tinggi.
Rully juga memperingatkan tekanan pasar berpotensi berlanjut, terutama jika arus keluar dana asing meningkat ke kisaran Rp500 miliar hingga Rp1 triliun per hari dalam jangka pendek.
Kombinasi pelemahan rupiah dan koreksi IHSG dinilai menjadi sinyal meningkatnya risiko di pasar domestik.
Ke depan, tekanan diperkirakan masih berlanjut seiring eskalasi geopolitik dan kenaikan harga minyak, yang cenderung membebani negara net importir seperti Indonesia.
Di sisi fiskal, kebijakan menahan harga BBM turut mendorong defisit APBN hingga Maret 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,9 persen PDB, meningkat dari 0,4 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Related News
IHSG Merosot ke Bawah Level 7.000, Waspada Lanjut ke 6.700
IHSG Melemah di Sesi I, Analis: Waspadai Tekanan Lanjutan
IHSG Sesi I Susut 0,29 Persen, 8 Sektor Seret ke 6.969
Pemerintah Targetkan Pengadaan 1 Juta Ton Jagung Pada 2026
Pembelian Pertalite Subsidi Dibatasi 50 Liter Per Hari
Oktober Berlaku, Sertifikasi Halal Industri Barang Gunaan Diakselerasi





