Rupiah Kembali Tertekan
:
0
ILUSRASI, nilai tukar rupiah terhadap US Dolar. Foto: EmitenNews/Rifki
EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah akhir pekan lalu bertengger di level Rp17.104 per dolar Amerika Serikat (USD). Mengalami koreksi 12 poin alias 0,07 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya di kisaran Rp17.092.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebut, mata uang rupiah diperkirakan masih fluktuatif. Sepanjang perdagangan hari ini, Senin, 13 April 2026, Rupiah akan ditutup melemah di kisaran Rp17.110-17.160.
Adapun dalam sepekan ini, kata Ibrahim, nilai rupiah diperdagangkan di rentang Rp17.040-17.200. Sejumlah kondisi turut mempengaruhi pelemahan di antaranya, kesepakatan gencatan senjata AS-Iran, dan imbas serangan Israel ke Lebanon.
“Iran dan AS sepakat untuk gencatan senjata dua minggu dimediasi Pakistan, tetapi pertempuran masih terjadi setelah pengumuman tersebut,” kata Ibrahim dalam analisanya.
Menilik ke belakang, dikutip Reuters, Selat Hormuz sebagai jalur penting untuk aliran minyak dan gas ditutup efektik imbas konflik pada 28 Februari 2026. Sekitar 50 aset infrastruktur di Teluk rusak, dan sekitar 2,4 juta barel per hari kapasitas penyulingan minyak telah dinonaktifkan.
Sementara itu, survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan persepsi masyarakat terhadap ekonomi masuk kategori kuat pada Maret 2026. Itu tercermin dalam Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) tercatat 115,4 pada level optimis (di atas 100), kendati sedikit lebih rendah dibanding Februari 2026 sebesar 115,9.
“Adapun dua komponen lainnya masih berada di zona optimistis meski mengalami penurunan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) tercatat 107,8 turun dari bulan sebelumnya 110,7. Sedangkan indeks pembelian barang tahan lama atau durable goods (IPDG) 109,2 lebih rendah dibanding Februari mencapai 112,0,” ucap Ibrahim. (*)
Related News
MoU Varnion-Omada, Perkuat Riset Pengembangan Menuju Era Wi-Fi 8
Garuda Metalindo (BOLT) Bagikan Kabar Duka, Komisaris Utama Tutup Usia
Purbaya Tinggalkan Kemenkeu, Ini Pesan Terakhir kepada Jajarannya
Imbal Hasil AS Naik, Emas Bertahan di Level Terendah 5 Minggu
Sinyal Pelambatan AI Bikin Saham Nvidia Hingga Intel Terperosok
Imbal Hasil Obligasi AS Dekati 5%, Bursa Saham Global Waspada





