EmitenNews.com - Saham-saham produsen chip terperosok tajam di bursa Amerika Serikat (AS) menyusul menguatnya sinyal perlambatan pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Meski sektor teknologi tertekan aksi jual masif, kontrak berjangka (futures) saham AS dilaporkan bergerak stabil pada perdagangan Selasa.

Pada perdagangan reguler hari Senin, indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melemah 0,56 persen. Di saat yang sama, indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average masing-masing terkoreksi sebesar 0,48 persen dan 0,29 persen.

Berdasarkan data Trading Economics, penahanan laju penataan portofolio teknologi dipicu oleh pernyataan para pimpinan industri AI global mengenai risiko pengembangan teknologi tersebut.

CEO Anthropic, Dario Amodei, menyerukan perlambatan laju pengembangan AI guna mengatasi risiko yang ditimbulkan oleh model kecerdasan buatan yang semakin canggih. Pandangan tersebut mendapat dukungan dari CEO OpenAI Sam Altman serta CEO xAI Elon Musk.

Pernyataan para petinggi AI tersebut langsung memukul harga saham produsen semikonduktor. Saham Nvidia merosot 3,4 persen, Micron anjlok 5,3 persen, Sandisk turun 5 persen, AMD melemah 4,4 persen, dan Intel terperosok hingga 5,6 persen.

Selain sentimen sektor teknologi, pelaku pasar turut menghadapi tantangan dari tingginya harga minyak dunia serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Dinamika ini terjadi menjelang pengumuman suku bunga acuan oleh The Federal Reserve (The Fed) pada hari Rabu, di mana pasar memperkirakan peluang sebesar 92 persen bagi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Guncangan pada saham-saham semikonduktor dan sektor AI global ini memberikan alarm kewaspadaan bagi pasar keuangan nasional. Ketidakpastian di sektor teknologi AS berpotensi memicu volatilitas pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), khususnya pada saham-saham berbasis teknologi dan emiten yang memiliki keterkaitan dengan ekosistem digital domestik.(*)