EmitenNews.com -Rencana PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang akan melakukan stock split (pecah nilai saham) diyakini akan berdampak positif pada harga saham dalam jangka panjang.

 

Stock split BBNI dilakukan dalam rangka meningkatkan likuiditas pergerakan harga saham. Dengan aksi korporasi ini maka pelaku investor ritel akan terdorong lebih aktif untuk berinvestasi saham perseroan karena meningkatkan jumlah saham yang beredar.

 

"Tentu rencana aksi korporasi dari BBNI ini akan sangat positif, stock split juga akan meningkatkan kinerja market cap dari pergerakan saham BBNI," ungkap Senior Investment Information Mirae Asset, Nafan Aji Gusta mengatakan dalam keterangannya, Senin (18/9).

 

Adapun rencana stock split oleh perseroan yaitu dengan rasio 1:2. Berdasarkan keterbukaan informasi, manajemen BBNI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar esok hari (Selasa, 19/9) guna meminta persetujuan stock split.

 

Mengacu pada prospektusnya, manajemen BBNI menjelaskan tujuan melaksanakan stock split untuk meningkatkan demand atas saham perseroan dengan memperluas basis investor. Dari sisi valuasi, rasio Price to Book Value (PBV) BNI masih di kisaran 1,2 kali, masih jauh dibandingkan emiten perbankan lainnya yang PBV-nya sudah di atas 2 kali.