EmitenNews.com - Global Mediacom (BMTR) paruh I 2026 mengemas laba bersih Rp179,35 miliar. Anjlok 41,57 persen dari episode sama tahun sebelumnya dengan koleksi laba Rp301,83 miliar. Oleh sebab itu, laba per saham dasar emiten jalona Lo Kheng Hong tersebut menjadi Rp11 dari sebelumnya Rp18,5.

Pendapatan Rp4,4 triliun, mengalami penciutan 12,87 persen dari episode sama tahun lalu Rp5,05 triliun. Beban langsung Rp2,85 triliun, juga mengalami koreksi signifikan dari fase sama tahun 2025 sejumlah Rp3,1 triliun. Laba kotor tercatat Rp1,55 triliun, mengalami penyusutan dari Rp1,95 triliun.

Beban umum dan administrasi Rp942,37 miliar, menciut dari Rp1,11 triliun. Rugi selisih kurs Rp40,78 miliar, bengkak dari laba Rp7,5 miliar. Beban keuangan Rp312,72 miliar, turun dari Rp361,82 miliar. Penghasilan bunga Rp12,96 miliar, menukik dari Rp20,,66 miliar. Lain-lain minus Rp40,96 miliar, naik dari Rp8,88 miliar.

Laba bersih periode berjalan Rp304,82 miliar, turun dari Rp479,3 miliar. Jumlah ekuitas Rp28,52 triliun, melonjak dari akhir tahun sebelumnya Rp28,21 triliun. Total liabilitas Rp6,68 triliun, bengkak dari akhir 2025 senilai Rp6,69 triliun. Jumlah aset emiten asuhan Hary Tanoesoedibjo tersebut naik menjadi Rp35,21 triliun dari Rp34,91 triliun.

Meski kinerja tidak sesuai ekspektasi, saham BMTR bergerak lain. Sepanjang perdagangan kemarin, saham BMTR melejit 1,74 persen alias 2 poin menjadi Rp117 per eksemplar. Sebulan terakhir, saham BMTR melompat 2,63 persen atau 3 poin dari edisi 7 Juli 2026 di level Rp114. (*)