Saham BSA Logistics Resmi Kantongi Status Efek Syariah
:
0
Gudang BSA Logistics
EmitenNews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menetapkan saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk sebagai Efek Syariah.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-3/PM.21/2026, yang sekaligus menandai masuknya saham Perseroan ke dalam Daftar Efek Syariah (DES).
Dengan status baru ini, saham BSA Logistics kini menjadi bagian dari daftar efek yang memenuhi prinsip syariah di pasar modal Indonesia, melengkapi DES yang sebelumnya ditetapkan melalui keputusan OJK tertanggal 24 November 2025.
Penetapan ini merupakan hasil penelaahan OJK atas dokumen Pernyataan Pendaftaran yang diajukan oleh Perseroan, beserta data pendukung lainnya.
Evaluasi dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan usaha, struktur keuangan, serta rasio-rasio tertentu telah memenuhi kriteria sebagai Efek Syariah.
Langkah ini juga menjadi bagian dari proses normal regulator dalam menyaring emiten yang dapat masuk ke dalam ekosistem pasar modal syariah.
Dengan masuknya ke dalam DES, saham BSA Logistics berpotensi menjangkau basis investor yang lebih luas, khususnya investor yang berfokus pada instrumen berbasis syariah.
Status ini kerap menjadi katalis positif dari sisi persepsi pasar, terutama bagi investor institusi maupun ritel yang memiliki mandat investasi syariah.
OJK menegaskan bahwa Daftar Efek Syariah akan terus ditinjau secara berkala, baik berdasarkan laporan keuangan tengah tahunan maupun tahunan dari emiten.
Selain itu, perubahan status juga dapat terjadi apabila terdapat aksi korporasi atau kondisi tertentu yang memengaruhi pemenuhan kriteria syariah.
Related News
Tambah Porsi, Enam Direktur Kini Kuasai Hampir 19 Juta Saham BRMS
Perkuat Konektivitas Udara, Garuda Kembali Layani Rute Makassar-Palu
Raih Persetujuan PMTHMETD, Begini Rencana Besar Ultra Voucher (UVCR)
Pendapatan Lautan Luas (LTLS) Rp8,2T, Laba Bersih Meningkat 63,1%
Bidik Pasar Eskpor, INAF Teliti Kratom untuk Tingkatkan Nilai Tambah
Raup USD25,09 Juta, Laba Emiten Hapsoro Terbang 113,21% di Q3 2026





