EmitenNews.com - Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi pertama, Senin (26/1/2026), ditopang penuh oleh reli saham-saham berbasis emas dan mineral, seiring meningkatnya minat investor pada aset lindung nilai (safe haven).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menguat 0,24 persen atau naik 21,10 poin ke level 8.972,11. Total volume perdagangan mencapai 33,43 miliar saham dengan nilai transaksi Rp20,94 triliun. Sebanyak 329 saham menguat, 333 saham melemah, dan 139 saham flat.

Penguatan pasar ditopang melonjaknya harga emas spot yang naik 1,25 persen ke kisaran US$5.049,9 per troy ounce, menembus level all time high (ATH). Kenaikan ini langsung mengerek saham-saham emiten emas, di antaranya EMAS melonjak 17,4 persen, ANTM melesat 12,8 persen, BRMS naik 5,2 persen, dan ARCI menguat 4,9 persen.

Secara sektoral, IDX Basic dan IDX Transportation menjadi penopang utama IHSG. Lonjakan paling pesat terjadi pada IDXBASIC yang melesat 4,46 persen, didorong reli saham-saham tambang emas dan mineral. Sektor lain yang menguat yakni IDXTRANS naik 2,29 persen, IDXHEALTH menguat 0,61 persen, serta IDXNONCYC naik 0,38 persen.  

Sementara itu, tekanan terjadi pada IDX Industry (-1,60 persen), IDX Property (-1,56 persen), dan IDX Energy (-1,41 persen).

Saham-saham indeks mover utama terdapat PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak tajam 12,82 persen ke level Rp4.840, sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menguat 7,64 persen ke Rp7.750. Selain itu, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turut menanjak 5,20 persen ke Rp1.350.  

Sebaliknya, dari sisi pemberat indeks (laggards), tekanan datang dari PT Petrosea Tbk (PTRO) yang anjlok 7,08 persen, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 4,44 persen, serta PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang melemah 3,18 persen, sehingga menahan laju penguatan IHSG lebih lanjut.

Sementara itu, nilai tukar USD/IDR terpantau melemah 0,16 persen ke level 16.770, memperkuat sentimen positif pada saham-saham komoditas, khususnya emas, yang kembali menjadi fokus utama pelaku pasar pada perdagangan hari ini.