Saham Emiten Prajogo Pangestu Melonjak di Awal Perdagangan Stock Split
:
0
Manajemen PTRO ketika mencatatkan obligasi di BEI
EmitenNews.com - Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) melambung di awal perdagangan saham hasil stock split 1:10 hari ini Jumat (3/1). Hingga perdangan pukul 13:50 WIB, harga PTRO naik 6% ke posisi Rp 2.900 per saham atau menguat Rp160 per lembar.
PTRO bergerak pada rentang harga Rp 2.790-Rp 2.980 sejak awal perdagangan. Volume perdagangan PTRO mencapai sekitar 90,6 juta saham, frekuensi 27.241 kali, dengan nilai transaksi sekitar Rp263 miliar.
Hari ini, Jumat (3/1) menjadi tanggal awal perdagangan saham PTRO dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan pasar negosiasi. Penerapan harga teoritis PTRO telah diumumkan bursa pada Kamis (2/1).
Penyesuaian harga teoritis, jumlah saham hasil stock split dan perubahan parameter saham PTRO dalam Jakarta Automated Trading System (JATS), yang akan dilaksanakan pada 3 Januari 2025. Kedua, harga saham PTRO pada saat akhir cum di pasar reguler dengan nilai nominal lama Rp 50 per saham tercatat pada harga Rp 27.450, pada perdagangan 2 Januari 2025.
Harga teoritis untuk pedoman tawar menawar dan perhitungan Indeks Harga Saham (IHS) di BEI dan IHS Individual PTRO dengan nilai nominal baru Rp 5 per saham ditetapkan dengan formula: 1 x Rp 27.450, dibagi 10. Hasilnya adalah Rp 2.745.
Dengan begitu, harga teoritis saham PTRO yang dicantumkan di JATS untuk pasar reguler dan pasar negosiasi pada 3 Januari 2025 disesuaikan dengan fraksi harga menjadi Rp 2.740.
PT Petrosea Tbk (PTRO) melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:10. Stock split, nilai nominal saham PTRO dari Rp50 per saham menjadi Rp5 per saham.
Sebagai bagian dari realisasi stock split, akan terjadi periode peniadaan perdagangan saham PTRO di pasar tunai selama dua hari bursa, yakni pada Jumat (3/1) dan Senin (6/1). Dengan begitu, awal perdagangan saham PTRO dengan nominal baru Rp 5 per saham hasil stock split di pasar tunai dilaksanakan mulai tanggal 7 Januari 2025.
Related News
Kinerja Q1-2026 Catat Rekor, TPIA Ubah Peta Industri Asia Tenggara
Muncul Nego 56,67 Juta Saham GOTO di Harga Miring Rp2 per Lembar
Sahamnya Masih Digembok, Fajar Surya Wisesa (FASW) Sasar Usaha Baru
Kinerja Kuartal I ATLA, Laba Tergerus Hingga 40 Persen
Dua Bos Besar Wilmar Cahaya (CEKA) Kompak Resign Usai Laba 2025 Jeblok
Emiten Prajogo (BRPT) Cetak Rekor, EBITDA Kuartal I Melejit 288 Persen





