Saham Teknologi Angkat Bursa AS, Nasdaq Tembus Rekor Baru
:
0
Saham-saham teknologi berkapitalisasi besar mendorong penguatan bursa Amerika Serikat hingga membawa indeks Nasdaq Composite mencatatkan rekor tertinggi baru. (Ilustrasi: Dok)
EmitenNews.com - Saham-saham teknologi berkapitalisasi besar mendorong penguatan bursa Amerika Serikat hingga membawa indeks Nasdaq Composite mencatatkan rekor tertinggi baru pada penutupan perdagangan reguler Senin (5/10). Tren positif ini berlanjut pada perdagangan awal pekan, Selasa (6/10).
Berdasarkan data Trading Economics pada Selasa (6/10), pergerakan kontrak berjangka yang terikat dengan indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq 100 masing-masing menguat sekitar 0,1 persen.
Pergerakan ini melanjutkan reli pada perdagangan reguler Senin (5/10), ketika indeks Nasdaq Composite melonjak 1,05 persen hingga menembus level rekor tertinggi baru. Indeks S&P 500 dan Dow Jones turut menguat masing-masing sebesar 0,66 persen dan 0,18 persen.
Penguatan bursa AS didorong oleh kenaikan saham-saham teknologi raksasa. Saham Nvidia menguat 2,1 persen, Tesla bertambah 2,2 persen, dan Microsoft naik 1,5 persen. Saham SpaceX juga melonjak lebih dari 7 persen menyusul laporan usulan pembangunan jalur pipa gas alam di Florida untuk mendukung peluncuran Starship dari Cape Canaveral.
Meski demikian, pelaku pasar tetap mewaspadai kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Treasury AS bertenor 10 dan 30 tahun yang menyentuh level tertinggi sejak 2002. Di sisi lain, penurunan harga minyak akibat pulihnya pasokan dari Timur Tengah membantu meredakan kekhawatiran inflasi serta proyeksi kenaikan suku bunga acuan.
Kinerja positif indeks berbasis teknologi di bursa AS ini memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan domestik. Pergerakan saham teknologi global dapat memicu kepercayaan investor di pasar modal Indonesia, khususnya terhadap saham-saham sektor teknologi dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).(*)
Related News
Emas Tertahan Kenaikan Dolar AS dan Yield Obligasi di USD4.150
Minyak Mentah Dekati USD89 Setelah Arab Saudi Pangkas Harga ke Asia
BBRI Siapkan Rp3,25 Triliun Lunasi Obligasi Jatuh Tempo, Ini Sumbernya
Perluas Jangkauan Global, GMF (GMFI) Operasikan MRO di Bandara Oman
Rupiah Melemah ke Rp17.917, Pengamat Soroti Pasokan BBM
Risiko Gagal Bayar Rendah, Fitch Afirmasi Peringkat BJBR AA-(idn)





