EmitenNews.com -Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan membahas sejumlah rencana kerja sama investasi di sejumlah bidang dengan Presiden Kenya William Ruto, di antaranya investasi hulu migas, panas bumi, hingga impor ternak.

 

Pertemuan dengan Presiden Ruto dilakukan Luhut dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Nairobi, Kenya, Jumat (14/7), di mana ia memimpin delegasi yang terdiri dari pejabat tinggi Kementerian dan Lembaga serta unsur bisnis dari BUMN dan swasta.

 

"Kami sangat percaya bahwa banyak hasil potensial, baik G-to-G dan B-to-B, untuk kunjungan tersebut sangat penting dalam memperkuat hubungan antara kedua negara kita," kata Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

 

Kegiatan yang dibungkus dalam kegiatan forum bisnis selama dua hari ini mendorong sejumlah capaian, antara lain rencana investasi Pertamina di industri hulu migas serta bidang panas bumi, rencana kerja sama vaksin Bio Farma dengan BUMN Kenya, rencana kerja distribusi Combiphar dengan mitra lokal, rencana importasi hewan ternak, rencana investasi perusahaan tekstil Indonesia di Kenya, hingga rencana kerja sama bidang kelapa sawit.

 

Luhut menjelaskan bahwa Kenya memiliki lokasi yang sangat strategis sebagai hub komoditas penting dengan nilai ekonomi tinggi ke pasar yang lebih luas dengan lebih dari 300 juta orang ke negara-negara sekitarnya, seperti Uganda, Sudan Selatan, Rwanda, Kongo, dan banyak lagi.

 

Dalam hal kerja sama antar-pemerintah atau G-to-G, pemerintah Kenya dan Indonesia telah menyepakati Letter of Intent (LoI) kerja sama bidang peternakan dan kesehatan hewan.

 

Dalam unggahan di media Sosialnya, LBP menyampaikan pesan bahwa Dia meninggalkan Afrika Selatan dengan penuh harapan akan masa depan yang menjanjikan bagi hubungan kedua negara, saya melanjutkan perjalanan Benua Afrika kali ini dengan berkunjung ke Democratic Republic of Congo dan Kenya. Pertemuan dengan Presiden Felix Tshisekedi di Kinshasa, saya menyampaikan pesan Presiden Jokowi terkait kerja sama trilateral aliansi hutan tropis dan karbon sebagai upaya melindungi hutan tropis dan memerangi perubahan iklim bersama Brasil dan DRC.

 

Sebagai negara produsen tembaga terbesar di Afrika, saya menyampaikan pentingnya kerja sama terkait tembaga antara DRC dan Indonesia. Dengan perkiraan peningkatan harga tembaga yang signifikan, kedua negara menyadari nilai kerja sama dan perlunya teknologi canggih untuk memanfaatkan peluang ini bersama-sama dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

 

Sambutan yang begitu akrab juga kami rasakan di Kenya tatkala melihat bagaimana keyakinan Presiden William Ruto kepada Indonesia. Saya kira ini adalah modal penting sebelum kunjungan Presiden bulan depan ke Nairobi. Investasi senilai lebih dari USD 2.5 miliar di bidang geothermal dan upstream terintegrasi, termasuk kilang minyak yang diajukan oleh Pertamina adalah target kami. Melalui investasi ini diharapkan bukan hanya pasar lokal Kenya saja yang dilayani, tetapi juga kemungkinan ke negara-negara tetangga dan kembali ke Indonesia.