EmitenNews.com - PT DCI Indonesia Tbk (DCII) meraih laba tahun berjalan sebesar Rp261,46 miliar pada tahun 2021, atau naik 42,62 persen dibandingkan tahun 2020, yang tercatat senilai Rp183,14 miliar.


Emiten milik Otto Toto Sugiri itu mencatatkan kinerja cukup apik. Seiring dengan itu, saham DCII di pasar juga menjadi salah satu saham dengan lonjakan harga tertinggi sejak listing perdana di 6 Januari 2021 itu sudah mengalami lonjakan harga hingga 5.384,66 persen.


Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan tahun 2021 telah audit emiten teknologi ini yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (1/3/2022).


Jelasnya, pendapatan tumbuh 14,75 persen menjadi Rp871,24 miliar. Pendapatan itu ditopang dari Colocation senilai Rp828 miliar dan pendapatan lain-lain Rp42,223 miliar.


Walau beban pokok pendapatan membengkak 1,54 persen menjadi Rp395,23 miliar, tapi laba kotor naik 28,64 persen menjadi Rp476,002 miliar.


Hasil itu mendongkrak laba per saham dasar menjadi Rp110, dari posisi Rp90 pada tahun 2020.


Sementara itu, aset perseroan tumbuh 22,78 persen menjadi Rp2,991 triliun. Hal itu ditopang kenaikan surplus revaluasi sebesar 51,51 persen menjadi Rp250,08 miliar.


Kenaikan pada Total Aset Perseroan sebesar 23 persen dari sebesar Rp.2,4 triliun pada akhir tahun 2020 menjadi Rp.2,9 triliun pada akhir tahun 2021 terutama berasal dari piutang usaha pihak ketiga yang meningkat sebesar Rp. 111.5 milyar atau sebesar 10 persen. Hal ini sejalan dengan kenaikan pendapatan Perseroan. 


Kenaikan pada pos Aset tidak lancar terutama pada pos aset tetap neto yang meningkat sebesar Rp. 477 milyar atau 22 persen untuk penambahan asset tetap berupa bangunan, peralatan mekanis, listrik dan jaringan untuk perluasan gedung data center Perseroan. Investasi Ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas colocation milik Perseroan dalam rangka memenuhi permintaan pelanggan dan meningkatkan pendapatan Perseroan.


Patut diketahui, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tumbuh 26,53 persen menjadi Rp434,96 miliar dibanding tahun 2020, yang tercatat sebesar Rp343,6 miliar.