RAJA Stock Split 1:5, Izin Investor 23 Juni 2026
:
0
Blok Kasuri Papua Barat menjadi garapan emiten besutan Happy Hapsoro. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Rukun Raharja (RAJA) bakal melakukan pemecahan nominal saham (stock split) rasio 1:5. Dengan skenario itu, nominal saham perseroan bakal menjadi Rp5 per saham dari saat ini Rp25. Tindakan korporasi itu, dilakukan untuk meningkatkan kualitas perdagangan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia.
Pemecahan saham itu, juga dilakukan dengan mempertimbangkan harga saham perseroan saat ini telah berada pada level relatif tinggi, yaitu Rp4.170 per saham (berdasar harga penutupan per 12 Mei 2026). Itu mengakibatkan nilai investasi minimum untuk 1 lot saham perseroan menjadi kurang terjangkau bagi sebagian investor.
Adapun tujuan dan manfaat stock split yaitu, meningkatkan likuiditas perdagangan saham. Penambahan jumlah saham beredar setelah pelaksanaan pemecahan saham diharapkan dapat meningkatkan frekuensi, dan volume transaksi saham, sehingga likuiditas perdagangan saham perseroan menjadi lebih baik.
Meningkatkan keterjangkauan harga saham bagi investor. Pemecahan saham akan mengakibatkan penurunan harga nominal per saham sehingga harga saham menjadi lebih terjangkau, khususnya bagi investor ritel, tanpa mengurangi nilai kapitalisasi pasar perseroan.
Selanjutnya, memperluas basis pemegang saham. Dengan harga saham lebih terjangkau, perseroan mengharapkan ada peningkatan partisipasi investor, sehingga jumlah pemegang saham menjadi lebih luas, dan beragam.
Mendukung terciptanya perdagangan saham lebih teratur, wajar, dan efisien. Peningkatan likuiditas, dan partisipasi investor diharap dapat mendukung terciptanya mekanisme perdagangan saham yang mencerminkan kondisi pasar lebih teratur, wajar, dan efisien sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan bidang pasar modal.
Memberi nilai tambah bagi pemegang saham. Dalam jangka panjang, peningkatan likuiditas dan basis investor diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap persepsi pasar, dan mendukung peningkatan nilai bagi seluruh pemegang saham. Rencana itu, akan dimintakan izin investor dalam rapat umum pemegang saham pada 23 Juni 2026.
Peserta berhak hadir rapat harus tercatat sebagai pemegang saham alias recording date pada 26 Mei 2026. Dengan begitu, jadwal stock split menjadi sebagai berikut. Yaitu, tanggal akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama pasar reguler dan pasar negosiasi pada 13 Juli 2026.
Tanggal akhir transaksi saham dengan nilai nominal lama pasar tunai pada 15 Juli 2026. Tanggal distribusi saham dengan nilai nominal baru pada 16 Juli 2026. Awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru pasar reguler, negosiasi, dan tunai pada 16 Juli 2026. (*)
Related News
KEEN Menangkan Tender PLTA Pakkat 2 Berkapasitas 45 MW dari PLN
Saham KOPI Terbang ke ARA usai Dibebaskan dari FCA!
Kado Ultah Spesial Prajogo, 3 Emiten Didepak dari MSCI
Seporsi Kekalahan IHSG oleh MSCI Pagi Ini, Dibuka Ambruk 1,54 Persen!
Posisi HSC DSSA Sebelum Tergusur dari MSCI Global Standard Index
Pascarombak MSCI Global Standard Index, Ini 11 Saham Bertahan





