EmitenNews.com -Di tengah dinamika pasar global dan domestik yang tidak menentu, investor kini dihadapkan pada tantangan besar untuk menjaga keseimbangan antara risiko dan peluang. Mengelola aset di tengah ketidakpastian bukan lagi sekadar bersikap reaktif terhadap fluktuasi, melainkan tentang bagaimana menyusun strategi yang terukur dan adaptif.

Merespons kebutuhan tersebut, PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) terus memperkuat posisinya sebagai mitra investasi terpercaya. Sejak resmi mengantongi izin sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) pada tahun 2021, KISI secara konsisten melakukan transformasi digital untuk memberikan kemudahan akses bagi para investor.

Pertumbuhan Signifikan di Sektor Syariah dan Domestik

Optimisme pasar modal Indonesia terus terjaga di awal tahun 2026 ini. Sebagai gambaran, industri reksa dana syariah di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang kian impresif. Berdasarkan data Infovesta, sepanjang tahun 2025 lalu, dana kelolaan (AUM) reksa dana syariah tercatat tumbuh sekitar 74,6% secara tahunan (year-on-year).

Pertumbuhan ini sejalan dengan tren positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta meningkatnya minat investor terhadap instrumen alternatif seperti Exchange Traded Fund (ETF) dan Waran Terstruktur yang menawarkan fleksibilitas strategi dalam berbagai kondisi pasar.

Inovasi Lewat Ekosistem iKISI

Jika pada awal kehadirannya KISI hadir dengan pilihan Manajer Investasi (MI) dan produk yang terbatas, kini melalui inovasi berkelanjutan, KISI telah bekerja sama dengan 10 Manajer Investasi terkemuka, di antaranya Trimegah Asset Management, Korea Investment Management Indonesia, PNM Investment Management, serta berbagai MI besar lainnya.

Saat ini, investor memiliki akses ke 43 produk reksa dana pilihan yang dapat disesuaikan dengan profil risiko masing-masing. Transformasi paling nyata terlihat pada aplikasi iKISI. Investor tidak lagi perlu repot membuka banyak platform; cukup dalam satu aplikasi, pengguna bisa bertransaksi Saham, Reksa Dana, Waran Terstruktur, hingga ETF secara terintegrasi.

Untuk memudahkan pengambilan keputusan, fitur Reksa Dana di iKISI kini dilengkapi dengan data Top Return dan Top AUM. Hal ini memungkinkan investor memantau produk dengan performa terbaik dan dana kelolaan terbesar secara real-time tanpa harus mencari data dari sumber luar.

Memasuki tahun 2026, strategi alokasi aset menjadi krusial. Tim Investment Specialist KISI memberikan pandangan strategis bagi para investor dalam melakukan rebalancing portofolio.

“Di tengah ekspektasi kebijakan suku bunga rendah pada awal 2026, reksa dana pendapatan tetap menjadi pilihan strategis untuk menjaga stabilitas portofolio, terutama bagi investor yang mulai mengurangi eksposur saham,” ujar Tim Investment Specialist KISI.

Menurutnya, dukungan potensi harga obligasi yang lebih stabil dan volatilitas yang relatif rendah menjadikan instrumen ini sangat cocok sebagai langkah optimalisasi imbal hasil dengan risiko yang lebih terukur.

Melalui kelengkapan instrumen dan data yang komprehensif, KISI berkomitmen untuk terus menjadi jembatan bagi investor Indonesia dalam meraih kemandirian finansial di masa depan.