Selangkah Lagi, IHSG Jebol Level 9.200
IHSG sempat menjejak rekor tertinggi intraday pada perdagangan kemarin. FOTO - Rizki/EmitenNews
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,64 persen menapai level tertinggi baru 9.133. Eskalasi ketegangan Eropa dan Amerika Serikat (AS) menjadi sentimen negatif global, dan mendorong pelemahan Rupiah hingga level Rp16.955 per dolar AS (USD).
Penguatan saham-saham perbankan besar menjelang earning season, dan ekspektasi pembagian dividen menjadi salah satu pendorong penguatan indeks. Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram positif MACD yang juga ditopang kenaikan volume beli. Stochastic RSI masih bergerak menguat di area overbought.
Sehingga diperkirakan Indeks berpotensi menguji level 9.150-9.200. Danantara akan memulai groundbreaking enam proyek hilirisasi pada Februari 2026, termasuk bauksit, aluminium, bioavtur, dan poultry. Proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) juga akan masuk tahap groundbreaking bulan depan, dengan analisis teknologi masih berlangsung.
Total investasi proyek hilirisasi tersebut mencapai sekitar USD6 miliar. Selain itu, Danantara akan memulai proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) pada empat wilayah periode Maret-Juni 2026. Proses seleksi penyedia terpilih telah selesai, dengan 24 perusahaan memenuhi syarat untuk mengikuti tender.
Bersandar pada data dan fakta tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan investor untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Gudang Garam (GGRM), Mayora Indah (MYOR), Sinergi Andalan (INET), Triputra Agro (TAPG), dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN). (*)
Related News
Pemerintah Naikkan HPE Emas Dan Tembaga Periode II Januari 2026
Tersengat Komoditas, IHSG Lanjutkan Tradisi Positif
IHSG Menyala, Serok Saham INET, GZCO, dan SMRA
Masih Awal 2026 Sudah 2x IHSG ATH, Bos BEI: Terima Kasih Pak Purbaya
IHSG Cetak ATH Lagi, Tembus 9.133 Ditopang Konsumer dan Energi
Ganti Nama jadi KIM Indonesia, KISI Komitmen Beri Solusi Lintas Aset





