Selangkah Lagi, SMKM Tuntaskan Akuisisi LSO Holdings
Pengurus Sumber Mas Konstruksi usai pelaksanaan rapat umum pemegang saham tahunan perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Sumber Mas Konstruksi (SMKM) bakal menguasai 100 persen saham LSO Organization Holdings Pte Ltd (LSO Holdings). Perseroan mengakuisisi saham milik Advanced Systems Automation Limited (ASA) senilai SGD13 juta. Perseroan dan ASA telah meneken Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) pada 30 Januari 2026.
Berdasarkan CSPA, nilai transaksi tersebut akan ditentukan kemudian dengan mengacu pada hasil laporan penilaian independen atas valuasi LSO Holdings yang akan diterbitkan penilai independen yang ditunjuk perseroan. Tepatnya, sebelum pelaksanaan right issue pada 2027.
Merujuk CSPA itu, ASA berjanji akan menjual 100 saham dari modal disetor LSO Holdings kepada perseroan. Transaksi itu, akan dituntaskan ketika seluruh kondisi-kondisi prasyarat dalam CSPA telah dipenuhi oleh ASA dan perseroan. Kalau transaksi sebagaimana CSPA tuntas, perseroan akan mendapat 100 saham LSO Holdings.
Penyelesaian transaksi itu, tunduk pada pemenuhan beberapa kondisi prasyarat dengan tanggal akhir penyelesaian maksimal pada 30 Juni 2027 yang dapat diperpanjang dengan kesepakatan kedua belah pihak dalam hal diperlukan tambahan waktu untuk memenuhi kondisi-kondisi prasyarat.
”Transaksi untuk mendukung proses pengembangan usaha sejalan keahlian, dan pengalaman bisnis Lim Shrimp Org Pte. Ltd, pengendali perseroan bidang konstruksi, dan pengembangan budidaya perikanan guna meningkatkan nilai, dan kinerja perseroan di masa mendatang. ”Penembangan usaha dilakukan dengan pengalihan aset baru berupa LSO Holdings milik ASA kepada perseroan,” tegas Ruben Partogi, Direktur Sumber Mas Konstruksi.
Selanjutnya, perubahan kegiatan usaha perseroan akan dilakukan dengan memperhatikan peraturan perundangan berlaku termasuk namun tidak terbatas pada Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama (POJK No. 17/2020). (*)
Related News
Produksi Emas Anjlok 27 Persen, Ini Kata Manajemen ANTM
Sepanjang 2025 Laba NISP Tumbuh Minimalis
DGWG Ungkap Rekor Penjualan Sepanjang Sejarah
Victoria (VICO) Borong 3,67 Persen Saham BIPP, Nilainya Hampir Rp15M
Pengendali Borong 4,29 Persen Saham Victoria (VINS) Senilai Rp14,4M
Emiten RS Grup Astra (HEAL) Siapkan Rp200 Miliar Buyback Saham





