EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup terjun bebas pada perdagangan Kamis (21/5/2026) dan semakin mengarah ke level 6.000. Aksi jual masif yang berlanjut membuat indeks komposit merosot 223,55 poin atau 3,54% ke Rp6.094,94

Sebanyak 663 saham anjlok dan hanya 88 saham yang mencatat kenaikan. Sementara, 69 saham lagi stagnan.

Sempat dibuka menguat hingga ke level 6.378 pada awal perdagangan pagi, IHSG mendadak rontok dan terus berada di zona merah hingga jam perdagangan hari ini resmi berakhir. Level terendah hari ini berada di 6.080,95.

Total volume saham yang ditransaksikan mencapai 35,66 miliar saham, nilai perdagangan Rp18,30 triliun dan frekuensi 2,14 juta kali.

Saham-saham emiten milik pengusaha Prajogo Pangestu kembali anjlok berjamaah dipimpin TPIA yang merosot 14,66% ke Rp2.270. Berikutnya adalah PTRO merosot 13,50% ke Rp3.460, BRPT turun 11,05% ke Rp1.530, CDIA turun 10,64% ke Rp705, CUAN anjlok 9,32% ke Rp535, dan BREN rontok 7,89% ke Rp2.570 per saham.

Saham-saham yang mencatat penurunan terdalam dan berada di posisi teratas top losers adalah IRSX yang turun 15% ke Rp374, ENRG merosot 14,98% ke Rp1.220, dan RAJA anjlok 14,97% ke Rp3.010.

Saat mayoritas saham mengalami penurunan, beberapa saham ini malah mencatat kenaikan harga paling tinggi, yaitu SOTS naik 25% ke Rp875, BOBA menguat 24,41% ke Rp316, dan ENAK naik 23,85% ke Rp322 per saham.

Di kawasan Asia, IHSG mencatat penurunan paling tinggi dibanding beberapa indeks lain seperti Shanghai Composite yang turun 2,04% dan Hang Seng Index yang hanya melemah 1,03%. Indeks Nikkei Tokyo dan Straits Times Singapore malah menguat, masing-masing 3,14% dan 0,03%.