Setop Operasi Pabrik, Berikut Penjelasan Toba Pulp Lestari (INRU)
EmitenNews.com - Toba Pulp Lestari (INRU) menyetop operasi pabrik pulp. Itu menyusul kekurangan suplai bahan baku terkhusus kayu. Pasokan kayu tersebut berkurang sejak 1 Februari 2023 sampai 20 Maret 2023.
Penghentian tersebut karena perseroan masih kesulitan merealisasikan areal efektif tanaman untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri. Pasalnya, tidak sedikit klaim-klaim masyarakat pada area konsesi perizinan berusaha pemanfaatan hutan perseroan.
Kondisi itu, membuat perseroan mengalami gangguan dalam menjalankan operasional, terutama untuk melakukan kegiatan penanaman, perawatan, panen tanaman, dan pengangkutan bahan baku dari beberapa areal operasional perseroan.
Pada 2023, perseroan tidak membeli kayu eucalyptus dari pihak ketiga. Dengan begitu, seluruh pasokan bahan baku kayu bersumber dari areal konsesi. Perseroan akan berusaha menuntaskan klaim-klaim pada areal konsesi untuk menjalankan operasional.
”Itu penting terutama untuk melaksanakan kegiatan penanaman, perawatan, pemanenan tanaman, dan pengangkutan bahan dari areal operasional perseroan,” tulis Anwar Lawden, Direktur dan Corporate Secretary Toba Pulp Lestari.
Selanjutnya, perseroan akan secara aktif bekerja sama, dan berkoordinasi dengan para stakeholder. Baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat untuk menuntaskan klaim-klaim pada areal konsesi untuk dapat kembali memenuhi ketersediaan pasokan bahan baku.
Penghentian tersebut tidak berdampak material terhadap hukum, karyawan, dan going concern perseroan. Hanya, berkurangnya penghasilan selama penghentian sementara tersebut. ”Kami berkeyakinan setelah 20 Maret 2023, perseroan kembali beroperasi,” tegasnya. (*)
Related News
Masih Catat Rugi di 2025, GIAA Gaspol Pemulihan Tahun Ini
IPCM Raup Pendapatan Rp1,47 Triliun, Laba Tumbuh Dua Digit di 2025!
Kinerja DYAN 2025 Tertekan Anjloknya Event Korporasi dan Pemerintah
Afiliasi Happy Hapsoro Borong Saham RAJA Rp24 Miliar
Emiten Sawit Haji Isam (PGUN) Panen Laba 2025 Melonjak 101 Persen
HOPE Right Issue Rp266M untuk Akuisisi TMMS, Potensi Dilusi 50 Persen





