Siapa Raja Pendapatan dan Laba di Industri Sekuritas?
ilustrasi bullish vs bearish. Dok/EmitenNews
EmitenNews.com -Ditengah tren positif Pasar Modal dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil ditutup pada level 8.632,761 atau telah menguat lebih dari 20 persen sepanjang tahun 2025. Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami kenaikan menjadi Rp15.844 triliun. Sedangkan rata-rata volume transaksi harian Bursa pada pada tahun 2025 ini turut terkerek signifikan. Bahkan, rata-rata nilai transaksi harian BEI turut mengalami perubahan sangat menonjol menjadi di atas Rp20 hingga Rp30 triliun jikan dibandingkan pada periode sebelum-sebelumnya yang hanya berkisar di Rp10 hingga Rp15 triliun.
Lonjakan signifkan di Pasar Modal tentunya membuat peta persaingan industri broker kembali memanas jika melihat laporan keuangan Interim (Unaudited) per 30 September 2025, 17 perusahaan sekuritas. Sepanjang Tahun ini, dua raksasa tampil mendominasi di dua panggung berbeda: Mandiri Sekuritas memimpin panggung pendapatan, sementara PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) tampil sebagai bintang utama dengan lonjakan laba bersih terbesar di industri, melesat 137,70% YoY.
Di tengah kompetisi komisi yang ketat dan volatilitas pasar, hasil ini memberikan gambaran jelas siapa yang semakin kuat, siapa yang harus berbenah, dan siapa yang mulai menantang pemain mapan.
Pendapatan 17 Sekuritas: Mandiri Sekuritas Teratas, TRIM Kejar Ketat
Pendapatan industri pialang masih dipimpin oleh Mandiri Sekuritas dengan raupan fantastis Rp1,172 T naik 25,59% YoY. Meski pertumbuhannya tidak seagresif kompetitor, posisi ini masih sulit digeser.
Namun kejutan besar justru datang dari posisi kedua.
Trimegah (TRIM) mencatat lonjakan pendapatan 110,95%, dari Rp 513 miliar menjadi Rp 1,083 triliun.
Lompatan dua kali lipat ini menjadikan TRIM sebagai top mover pendapatan per 30 September 2025.
Berikut peringkat lengkap pendapatan 9M-2025:
Mandiri Sekuritas - Rp1,172 T (naik 25,59%)
Trimegah Sekuritas – Rp 1,083 T ( naik 110,95%)
Indo Premier – Rp 678,72 M ( turun 3,41%)
Mirae Asset – Rp 456,97 M (naik 6,88%)
BCA Sekuritas – Rp 374,97 M (turun 13,06%)
BNI Sekuritas – Rp 344,93 M ( turun 11,81%)
Maybank Sekuritas – Rp 247,36 M ( naik 6,01%)
Ajaib Sekuritas – Rp 233,16 M (naik 6,36%)
Related News
IHSG Bangkit dari Tekanan, Tapi Masih Merah di Akhir Perdagangan
Efek MSCI Nyata Hanya Bagi Saham RI, Performa IHSG Terburuk Sedunia
Gagal Rebound, IHSG Sesi I Masih Koreksi 5,91 Persen ke 7.828
Pertamina Hulu Mahakam Tambah Produksi 2.000 Bph Dari Dua Sumur HPPO
Program Magang Lanjut Di 2026, 100 Ribu Kuota Disiapkan
Rotasi 22 Pejabat DJBC, Purbaya Tak Segan Rombak Ulang





