Siapkan Capex Jumbo, Emiten Fesyen (ZONE) Bidik 5 Store Baru
:
0
Pengunjung tampak mengular pada salah satu gerai besutan perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Emiten ritel fesyen PT Mega Perintis Tbk (ZONE) bidik lima gerai (store) baru untuk tahun 2026. Target tersebut merupakan salah satu alokasi dari total capex ZONE sebesar Rp20,7 miliar.
Selain membidik lima gerai baru dengan alokasi modal sebesar Rp14,2 miliar, ZONE juga mengalokasikan capex tersebut untuk dua hal lainnya. Keduanya yaitu, merevitalisasi empat gerai lama senilai Rp1,5 miliar, serta pembelian mesin otomatis sebesar Rp5 miliar.
Direktur ZONE Luki Rusli mengatakan, toko-toko Manzone x Minimal mendapatkan respons positif dari pelanggan karena mampu menyajikan konsep yang dapat diterima oleh publik.
“Para pelanggan mendapatkan koleksinya baik secara merchandise untuk mens maupun ladies jadi koleksi yang disajikan di dalam konsep store Manzone dan Minimal cukup baik dan bisa menjangkau kebutuhan keluarga karena menyediakan koleksi-koleksi sarimbit baik untuk untuk yang seragam ataupun koleksi yang sama untuk mens ataupun ladies dan anaknya,” ujar Luki dalam keterbukaan informasi dikutip Senin (8/6/2026).
Selain membidik ekspansi gerai, ZONE juga menargetkan pertumbuhan kinerja dengan target penjualan meningkat 85 persen dan kontribusi online sekitar 37 persen. Seiring dengan target tersebut, ZONE juga membidik laba di tahun 2026 tumbuh 10 hingga 15 persen.
Guna memuluskan target tersebut, ZONE gencar menyiapkan strategi promosi kreatif, mulai dari memanfaatkan momentum tanggal kembar (twin date), program payday, hingga berkolaborasi aktif dengan para Key Opinion Leader (KOL) serta artis ternama.
Selain menetapkan target kinerja untuk tahun 2026, ZONE juga mengumumkan pembagian dividen bagi para pemegang saham sebesar Rp12 per helai saham atau senilai Rp10,44 miliar.
Pada perdagangan intraday Senin (8/6), saham ZONE terpantau menguat 0,59 persen atau naik 2 poin ke level Rp342.
Related News
UKM Berkembang Positif, Sektor Produktif jadi Penopang Pertumbuhan
Usai Degradasi MSCI, Saham CPIN Dilepas Derivatif UBS London Rp11,4M
PTPP Restrukturisasi Utang Rp18T, Ada Opsi Bayar dari Hasil Divestasi
KLBF Buka Opsi Delisting EPMT Jika Tak Bisa Penuhi Free Float
Presdir ASBI Hastanto Mundur Usai Direktur Keuangan Dibebastugaskan
Punya Pabrik Baru, SMLE Bidik PT Sinarom Beroperasi Penuh di 2027





