EmitenNews.com - Investasi menjadi salah satu instrumen penting di era makin dinamis. Kendati demikian, belum semua orang memahami apa tujuan berinvestasi baik dalam jangka pendek, maupun jangka panjang.

Dalam salah satu perbincangan di podcast Raditya Dika, seorang stock enthusiast Michael Yeoh menerangkan sebuah konsep psikologis dalam investasi yang mencuri perhatian netizen, yakni container money. Konsep ini merujuk pada buku karya Ken Honda berjudul Happy Money.

Michael Yeoh menjelaskan setiap orang memiliki kapasitas mental tertentu dalam mengelola uang. Menurutnya, perbedaan kapasitas antar orang menentukan seberapa besar kekayaan dapat dipertahankan.

Menurutnya, ketika seseorang memperoleh uang dalam jumlah besar secara tiba-tiba, contohnya dari keuntungan investasi atau warisan, kondisi tersebut tidak selalu berujung pada peningkatan kesejahteraan.

Karena, jika kapasitas mental belum siap, uang tersebut justru berpotensi habis dalam waktu singkat. “Banyak orang naik cepat, tapi turun lebih cepat karena wadahnya belum siap,” ujar Yeoh.

Konsep ini menekankan keberhasilan investasi tidak hanya ditentukan kemampuan analisis, tetapi juga kesiapan mental dalam mengelola hasilnya. Tanpa pengendalian diri dengan baik, investor cenderung berisiko mengambil keputusan impulsif merugikan.

Selain itu, Michael juga mengingatkan pentingnya mengenali aspek psikologis lain seperti emosi dan trauma masa lalu yang dapat memengaruhi keputusan finansial. Faktor ini kerap menjadi penyebab investor bertindak tidak rasional, terutama saat menghadapi tekanan pasar.

Dengan memahami konsep container money ini, investor diharapkan tidak hanya fokus pada cara mendapatkan keuntungan, tetapi juga mampu meningkatkan kemampuan untuk mempertahankannya dalam jangka panjang. (*)