EmitenNews.com - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF selaku Special Mission Vehicles (SMV) Kementerian Keuangan kembali melakukan penerbitan Efek Beragun Aset (EBA).
EBA berbentuk Surat Partisipasi dengan seri EBA-SP SMF-BTN07 dengan rating idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) ini dicatatkan secara resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, (23/12).
EBA-SP SMF-BTN07 tersebut merupakan efek hasil proses transaksi sekuritisasi aset Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) senilai Rp500 miliar milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang diterbitkan oleh SMF.
Publikasi Kemenkeu menyebut penerbitan EBA-SP SMF-BTN07 terdiri dari Kelas A (senior) dan Kelas B (junior). Kelas A ditawarkan melalui penawaran umum dengan tenor Weighted Average Life atau WAL (rata-rata tertimbang jatuh tempo) 3 tahun ditawarkan dengan nominal Rp452,5 miliar (90,5% dari jumlah total tagihan) dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,70 % per tahun. Kelas B dibentuk dengan total nominal Rp47,5 miliar (9,5% dari jumlah kumpulan tagihan) yang ditawarkan melalui penawaran terbatas.
Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, dalam siaran persnya menjelaskan dalam transaksi tersebut, SMF berperan sebagai penerbit sekaligus arranger dan pendukung kredit. Sementara itu, BTN berperan sebagai kreditur asal dan penyedia jasa (servicer) dan Bank Mandiri berperan sebagai Wali Amanat dan Bank Kustodian.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penerbitan EBA-SP SMF-BTN07 akan digunakan untuk melakukan pembelian Kumpulan Tagihan KPR BTN yang terpilih berdasarkan 32 kriteria seleksi sejumlah Rp500 miliar.
Ananta mengatakan bahwa transaksi sekuritisasi merupakan bagian dari langkah SMF untuk mendukung stabilitas perekonomian nasional yang diinisiasi Pemerintah, termasuk mendorong bangkitnya sektor perumahan di tengah pandemi.
Penerbitan EBA-SP dilakukan untuk mendorong pemulihan sektor perumahan nasional yang sejatinya memerlukan dana jangka panjang yang cukup besar.
"Penerbitan ini merupakan peran aktif SMF dan Bank BTN dalam mendukung pertumbuhan Pasar Pembiayaan Perumahan di Indonesia untuk mewujudkan kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau untuk masyarakat,” katanya.
Ananta berharap, EBA-SP dapat menjadi diversifikasi investasi bagi para pemodal dan menyediakan dana jangka panjang bagi penyalur KPR sebagai mitigasi atas risiko maturity mismatch.
Related News
Kemenperin Siapkan Insentif Bentengi Industri Dari Gejolak Geopolitik
Dibuka Loyo, IHSG Pagi bergerak Volatil
Konflik Memanas, Laju IHSG Tersendat
IHSG Konsolidatif, Jala Saham INDF, AMRT, MAPI, PGEO, dan JPFA
IHSG Rapuh, IPOT Sarankan Fokus Trading Saham Nikel dan CPO
Perlahan Bangkit, Indeks Bakal Uji 7.119-7.224





