Soal Polemik Laporan Keuangan, BEI Siap Lakukan Penelaahan Terhadap Bukalapak (BUKA)
:
0
EmitenNews.com - Laporan keuangan kuartal III 2021 dengan penelaahan terbatas atau riview PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang telah dilaporkan 30 November 2021, kembali menjadi perhatian publik, setelah satu pos salah saji material.
Jelasnya, dalam laporan keuangan yang disajikan dalam 39 catatan tersebut, terkait pelaporan pada tanggal 4 November 2021, dimana perseroan melalui anak usahanya menandatangani perjanjian jual beli saham dengan PT Belajar Tumbuh Berbagi (BTB), perusahaan berbadan hukum di Indonesia senilai USD1 miliar untuk memperoleh 100 persen kepemilikan atau sejumlah 11.340 lembar saham. Nilai tersebut setara 56 persen dari total aset perseroan senilai Rp25,019 triliun.
Sementara itu, dalam kesimpulan review atas laporan keuangan itu, Handri Tjendra selaku akuntan publik dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkono & Surya terafiliasi dengan EY yang melakukan review menyatakan, "Tidak ada hal-hal yang menjadi perhatian kami yang menyebabkan kami percaya bahwa laporan konsolidasian interim terlampir tidak menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi konsolidasian PT Bukalapak.com Tbk per 30 September 2021."
PT Bukalapak.com (BUKA) mengklarifikasi transaksi pembelian 100 persen saham PT Belajar Tumbuh Berbagi (BTB). Transaksi pada 4 November 2021 itu, bukan USD1 miliar. Tetapi, sejumlah USD1 juta.
Nah, untuk meluruskan informasi tersebut akan dimuat lebih lanjut pada laporan keuangan kuartal IV-2021. Tujuan transaksi untuk menghadirkan platform belajar pengembangan bisnis bagi seluruh pelaku UMKM Indonesia pada ekosistem Bukalapak. ”Itu sejalan keinginan perseroan untuk mendorong pertumbuhan UMKM loka, dan menciptakan a fair economy for all,” tegasnya.
Related News
JAST Dukung Penguatan Layanan 112, Kunci Kolaborasi Indonesia-Korsel
Indeks LQ45 Terperosok, Efek Rebalancing MSCI?
Siloam Hospitals (SILO) Tunda Pembagian Dividen, Ini Alasannya
Indocement (INTP) Ganti Direktur Anak Usaha PT Indomix Perkasa
Perjalanan Alfamart (AMRT) Milik Djoko Susanto, Hingga Didepak MSCI
Emiten Grup Djarum Blibli Minta Restu Terbitkan 9,5 Miliar Saham Baru





