EmitenNews.com - Transcoal Pacific (TCPI) menyodorkan private placement maksimal Rp4,06 triliun. Itu dengan menjajakan maksimum 500 juta lembar dengan asumsi harga pelaksanaan Rp8.134 per eksemplar. Pengeluaran saham setara 10 persen dari modal ditempatkan, dan disetor penuh perseroan itu, dibekali nilai nominal Rp100 per lembar. 


Rencana itu, akan dipentaskan setelah mendapat persetujuan dari investor. Oleh karena itu, perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa pada Jumat, 6 Januari 2023 pukul 14.00 WIB. Rapat berlangsung di Medan Room, Lantai 1, The Westin Jakarta. 


Hajatan itu digelar untuk memperkuat, mengembangkan, dan mendorong pertumbuhan usaha perseroan. Selain itu, juga untuk mewujudkan visi perseroan menjadi penyedia jasa angkutan laut, logistik terbaik, dan terpercaya di Indonesia. Transaksi itu, diharap dapat mendongkrak pendapatan, daya saing, memberi efek positif bagi pelanggan, dan pemangku kepentingan. 


Tindakan itu, juga dilatari oleh kinerja positif perseroan dari tahun ke tahun. Kondisi itu, membuat perseroan butuh untuk memperkuat struktur permodalan, dan keuangan dalam kegiatan usaha sangat krusial dan amat penting dilakukan secara saksama. 


Aksi tersebut akan memperbaiki struktur permodalan, dan keuangan perseroan. Mendapat tambahan dana untuk memperkuat permodalan, pengembangan usaha, dan pertumbuhan perusahaan. Jumlah saham beredar akan bertambah akan mendorong likuiditas perdagangan saham. Diversifikasi sumber pendanaan perseroan dari pasar modal selain dari pinjaman bank.


Sayangnya, hingga saat ini, perseroan belum memiliki calon pemodal untuk memuluskan rencana tersebut. Realisasi private placement mengakibatkan jumlah saham beredar bertambah, dan persentase kepemilikan saham masing-masing pemegang saham perseroan akan mengalami dilusi sebagai berikut.


PT Sari Nusantara Gemilang dengan kepemilikan 55 persen, setelah private placement akan terdilusi 5 persen menjadi 50 persen. PT Karya Permata Insani akan terdilusi 2,27 persen menjadi 22,73 persen dari 25 persen. Publik menjadi 18,18 persen alias terpotong 1,82 persen dari 20 persen. (*)