EmitenNews.com - PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) berencana melakukan rights issue guna mendanai ekspansi perseroan ke sektor energi baru dan terbarukan (EBT). Hal ini sekaligus, langkah strategis perseroang memperbaiki kinerja keuangan sepanjang tahun 2025.

Pada 2025, SOFA mencatatkan rugi bersih sebesar Rp5,29 miliar atau membengkan empat kali lipat dibanding periode sama di tahun sebelumnya. Di saat yang sama, pendapatan juga mengalami penurunan 10,19% dipengaruhi penutupan showroom di Surabaya.

Meski begitu, Direktur SOFA Dimas Adiyasa Wiryaatmaja memastikan kondisi likuiditas perseroan masih terjaga.

“Perseroan masih memiliki performa likuiditas yang memadai, terutama dari sisi arus kas yang ditopang oleh uang muka penjualan dari pemesanan sejak tahun 2025,” ujar Dimas dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (26/5).

Untuk membalikkan kondisi tersebut, SOFA mulai mengarahkan fokus bisnis ke sektor energi hijau, khususnya pengelolaan sampah menjadi energi listrik atau Waste-to-Energy (WtE) serta pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Direktur Utama SOFA Denny Rizal mengatakan, perseroan akan menggandeng mitra strategis asal Tiongkok guna memperkuat daya saing dalam proyek-proyek energi baru terbarukan.

“Dari sisi teknologi dan kemampuan teknis, Perseroan akan bermitra dengan perusahaan asal Tiongkok yang telah berpengalaman lebih dari 30 tahun mengoperasikan lebih dari seratus power plant di Tiongkok,” kata Denny.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meningkatkan kapabilitas teknis perseroan dalam menghadapi persaingan tender proyek WtE yang cukup ketat.

Selain proyek WtE, SOFA juga tengah menjalankan proses due diligence untuk pengembangan bisnis pembangkit listrik tenaga air. Sementara itu, lini bisnis furnitur yang selama ini menjadi bisnis utama perseroan masih akan dipertahankan untuk sementara waktu sambil menunggu proses transisi bisnis berjalan optimal.

“Pelaksanaan kegiatan usaha pembangkit listrik tenaga air saat ini masih dalam tahap uji tuntas (due diligence). Dari sisi finansial, Perseroan akan memperkuat struktur modal melalui Rights Issue,” pungkasnya.