Sudahi 2025, Laba Emiten Hermanto (RISE) Terbang 133,5 Persen
:
0
Sejumlah proyek awal 2026 garapan Jaya Sukses Makmur. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Jaya Sukses Makmur (RISE) sepanjang 2025 mengemas laba bersih Rp87,19 miliar. Meroket 133,5 persen dari episode sama tahun sebelumnya senilai Rp37,34 miliar. Menyusul hasil itu, laba per saham dasar emiten properti besutan Hermanto Tanoko tersebut menjadi Rp5,38 dari sebelumnya Rp2,31.
Pendapatan Rp410,72 miliar, melejit 12,34 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp365,58 miliar. Beban pokok pendapatan Rp214,48 miliar, bengkak dari Rp179,07 miliar. Laba kotor terkumpul Rp196,24 miliar, mengalami peningkatan dari akhir tahun sebelumnya Rp186,52 miliar.
Beban penjualan Rp21,46 miliar, susut dari Rp25,14 miliar. Beban umum dan administrasi Rp88,88 miliar, menciut dari Rp114,71 miliar. Total beban usaha Rp110,34 miliar, turun dari Rp139,85 miliar. Laba usaha Rp85,89 miliar, melonjak signifikan dari Rp46,66 miliar. Beban keuangan Rp21,46 miliar, naik dari Rp19,28 miliar.
Bagian atas laba entitas asosiasi Rp23,41 miliar, berkuran dari Rp23,91 miliar. Pendapatan bunga Rp10,74 miliar, turun dari Rp12,87 miliar. Selisih keuntungan efek portofolio Rp4,98 miliar, meroket dari minus Rp17,75 miliar. Lain-lain bersih Rp2,33 miliar, melejit dari tekor Rp95,3 juta. Penghasilan lain-lain Rp20 miliar, naik dari Rp342,59 juta.
Laba tahun berjalan Rp92,21 miliar, melesat dari Rp34,8 miliar. Jumlah ekuitas Rp2,77 triliun, melonjak dari Rp2,6 triliun. Total liabilitas Rp747,45 miliar, mengalami penyusutan dari Rp814,07 miliar. Jumlah aset Rp3,52 triliun, mengalami peningkatan dari akhir tahun 2024 sebesar Rp3,42 triliun. (*)
Related News
Jadi Top Losers, Saham Grup Prajogo dan Emiten Big Caps Kompak Ambruk
JAST Dukung Penguatan Layanan 112, Kunci Kolaborasi Indonesia-Korsel
Indeks LQ45 Terperosok, Efek Rebalancing MSCI?
Siloam Hospitals (SILO) Tunda Pembagian Dividen, Ini Alasannya
Indocement (INTP) Ganti Direktur Anak Usaha PT Indomix Perkasa
Perjalanan Alfamart (AMRT) Milik Djoko Susanto, Hingga Didepak MSCI





