EmitenNews.com - Koka Indonesia (KOKA) menyudahi edisi 2025 boncos Rp26,2 miliar. Drop 408,23 persen dari episode sama tahun sebelumnya dengan tabulasi laba Rp8,5 miliar. Oleh sebab itu, rugi per saham dasar bengkak menjadi Rp9,16 dari tahun sebelumnya surplus Rp2,97. 

Penjualan Rp37,49 miliar, melorot 43,81 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp66,73 miliar. Beban pokok penjualan Rp25,64 miliar, mengalami penyusutan dari akhir 2024 senilai Rp43,35 miliar. Laba kotor terkumpul sebesar Rp11,85 miliar, mengalami perosotan dari akhir tahun sebelumnya Rp23,38 miliar. 

Beban administrasi dan umum Rp13,75 miliar, berkurang dari Rp16,08 miliar. Rugi dari operasional Rp1,89 miliar, anjlok dari sebelumnya surplus Rp7,3 miliar. Pendapatan keuangan Rp26,27 juta, melorot dari Rp361,9 juta. Beban keuangan Rp399,38 juta, bengkak dari Rp352,58 miliar. 

Penghasilan lain-lain Rp940,13 juta, anjlok dari sebelumnya Rp5,35 miliar. Beban lain-lain Rp23,87 miliar, bengkak dari periode sama tahun sebelumnya Rp2,38 miliar. Beban lain-lain Rp3,31 miliar, melorot dari tahun sebelumnya surplus Rp2,97 miliar. Pajak final Rp993,66 juta, menyusut dari Rp1,76 miliar.

Jumlah ekuitas terakumulasi Rp153,8 miliar, turun dari akhir tahun sebelumnya Rp179,9 miliar. Defisit Rp1,94 miliar, longsor 108 persen dari laba Rp24,25 miliar. Total liabilitas Rp30,45 miliar, menipis dari akhir 2024 senilai Rp38,05 miliar. Jumlah aset Rp184,26 miliar, menciut dari Rp217,95 miliar. (*)