EmitenNews.com - Transformasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), atau BRI dengan blueprint BRIvolution 2.0 kembali mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kali ini, BRI dinobatkan sebagai Best of The Best BUMN dalam ”BUMN Entrepreneurial Marketing Awads 2022” yang diadakan oleh Markplus.INC pada malam penganugerahan, di Jakarta, Rabu (18/5/2022).


BRI juga menyabet dua penghargaan lain: The Most Promising Company in Strategic Marketing (Gold) dan The Most Promising Company in Marketing 3.0 (Silver) di ajang yang mengangkat tema Recover Together Recover Stronger Berbasis AKHLAK tersebut. Turut hadir menerima penghargaan dalam malam penganugerahan itu, Division Head Culture Transformation BRI Ninis Indriswari.


Dalam keterangannya yang dikutip Senin (23/5/2022), Direktur Human Capital BRI Agus Winardono mengungkapkan bahwa BRI terus membangun budaya perusahaan yang kuat melalui internalisasi core values AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) ke seluruh pekerja.


“Hal tersebut dilakukan perseroan demi mewujudkan kinerja unggul serta turut membangun ekonomi negeri sebagai wujud kontribusi terbaik bagi bangsa dan memberi makna untuk Indonesia", ungkapnya.


Penerjemahan AKHLAK menjadi corporate culture yang esensial merupakan bagian dari strategi utama  BRI dan dilakukan melalui berbagai inisiatif maupun program yang efektivitasnya dapat diukur. Yang terbaru salah satunya, culture activation program BRIGADE MADANI. Dalam aktivasi tersebut, BRI mengintegrasikan dan mensinergikan budaya kerja bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Pegadaian yang tergabung dalam Holding Ultra Mikro (UMi).


Culture activation program BRIGADE Madani merupakan bentuk implementasi dan penerjemahan core value AKHLAK, yang menjadi culture BUMN oleh Holding Ultra Mikro. Sebagai bagian dari AKHLAK, culture activation program merupakan bentuk sinergi dan penyelarasan budaya kerja tiga entitas didalam holding UMi.


Agus menambahkan bahwa KPI dan strategi yang telah ditetapkan dapat dieksekusi dengan penetapan perilaku kolektif yang efektif untuk mencapai tujuan melalui program culture activation yang selaras dengan culture atau core value BUMN yaitu AKHLAK. “Untuk mendorong internalisasi One Culture AKHLAK tersebut, maka diimplementasikan culture activation program dengan BRIGADE MADANI.”


Keberadaan Holding UMi sejalan dengan visi BRI untuk menjadi The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion. Di samping itu, strategi pertumbuhan BRI Group ke depan, mendorong nasabah eksisting naik kelas secara sistematis dan memperbesar customer base dengan mencari sumber-sumber pertumbuhan baru, termasuk melalui pembentukan Holding UMi.


BRI menjadikan Holding UMi sebagai solusi dalam mewujudkan inklusivitas keuangan di Indonesia. Tiga entitas Holding UMi ditargetkan dapat melayani 5 juta nasabah baru di segmen Ultra Mikro, mengimplementasikan 100% pencairan cashless di ekosistem PNM dan Pegadaian, terbentuknya 1.000 Co-location Senyum (Sentra Layanan Ultra Mikro) dan 500 ribu referral sukses dari Senyum Mobile serta Akuisisi 60 ribu ketua/anggota Kelompok Mekaar menjadi Agen BRILink pada 2022.


Di sisi lain, BRI terus mengupayakan pertumbuhan bisnis berkelanjutan di tengah situasi yang menantang. Dalam tiga bulan pertama tahun 2022, BRI mencatatkan laba Rp12,22 triliun atau tumbuh 78,13 persen year on year (YoY).


BRI juga terus berupaya hadir mengakselerasi pemulihan ekonomi di sektor UMKM. Hal ini tercermin dari penyaluran kredit BRI secara konsolidasian yang mencapai Rp1.075,93 triliun pada kuartal I-2022.


Portofolio kredit UMKM BRI secara bank only tercatat tumbuh sebesar 9,24 persen yoy dari Rp826,85 triliun di akhir Maret 2021 menjadi Rp903,29 triliun, akhir Maret 2022. Hal ini menjadikan proporsi kredit UMKM dibandingkan total kredit BRI terus merangkak naik, menjadi sebesar 83,95 persen.


Apabila dirinci, Penyaluran kredit kepada seluruh segmen UMKM tercatat tumbuh positif, dengan penopang utama yakni segmen mikro yang tumbuh 13,55 persen, segmen konsumer tumbuh 4,56 persen dan segmen kecil & menengah tumbuh 3,96 persen. ***