Superior, Pefindo Tetapkan Peringkat Bank China Construction (MCOR) idAAA
EmitenNews.com - Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idAAA PT Bank China Construction Bank Indonesia (MCOR). Prospek rating perusahaan stabil. Peringkat itu, merupakaan rating tertinggi yang disematkan Pefindo.
Kemampuan obligor memenuhi komitmen keuangan jangka panjang superior. Peringkat itu, mencerminkan kemungkinan dukungan sangat kuat dari induk perusahaan, China Construction Bank Corp (CCB Corp), profil permodalan sangat kuat, dan likuiditas kuat. ”Namun, peringkat itu dibatasi tekanan pada kualitas aset, dan indikator profitabilitas di bawah rata-rata,” tutur Hasnalia Hanifah, Analyst Pefindo, Senin (11/10).
Peringkat dapat diturunkan kalau dukungan dari CCB Corp menurun secara signifikan, dapat diindikasikan dengan penurunan kepemilikan atas CCB Indonesia yang material oleh Induk. Peringkat juga dapat diturunkan kalau tingkat dukungan induk usaha melemah. ”Pandemi Covid-19 meningkatkan profil risiko industri perbankan, dan menyebabkan penurunan bisnis substansial hampir seluruh sektor, mengakibatkan permintaan pinjaman, dan layanan perbankan lain melemah,” imbuh Hasnalia.
Selain itu, perlambatan bisnis telah melemahkan kapasitas pembayaran debitur, menyebabkan penurunan kualitas aset, sehingga memberikan tekanan lebih lanjut pada indikator profitabilitas dan likuiditas bank. Namun, dampak Covid-19 terhadap profil kredit CCB Indonesia secara keseluruhan akan tetap terkendali. Itu didukung dukungan kuat dari induk usaha, permodalan sangat kuat, dan profil likuiditas kuat. ”Kekuatan ini mengimbangi tekanan pada kualitas aset perusahaan karena melemahnya kapasitas pembayaran debitur terutama kegiatan usaha sangat terpengaruh pandemi,” ucapnya.
CCB Indonesia memiliki fokus pada segmen korporasi, menyediakan layanan perbankan untuk perusahaan-perusahaan Cina dan lokal. Bank juga menyediakan layanan kredit komersial, usaha kecil dan menengah (UKM), dan konsumen. Per 30 Juni 2021, struktur pemegang saham bank terdiri dari CCB Corp (60,0 persen), Johnny Wiraatmadja (9,4 persen), UOB Kay Hian (8,2 persen), dan publik (22,4 persen). (*)
Related News
PLIN Ditegur Lagi Soal Free Float, Ketidakpastian Pasar Jadi Alasan
Siapkan 26.000 Tenaga Kerja, PADA Gas Jasa Kurir Jadi Mesin Cuan Baru
BBCA Setujui Dividen Tunai Rp336 per Saham, Setara 72 Persen Laba 2025
Rights Issue Jilid III, COCO Siap Terbitkan 10,67 Miliar Saham & Waran
Timur Tengah Memanas, BULL Tambah Armada Tanker LNG Kedua di Awal 2026
BBCA Siapkan Buyback Rp5 Triliun, Ini Agenda Penting RUPS Hari Ini





