EmitenNews.com - Phapros (PEHA) tahun lalu mentabulasi laba bersih Rp28,06 miliar. Melambung 153 persen dari periode sama 2021 sejumlah Rp11,07 miliar. Efeknya, laba per saham dasar emiten kebanggaan Masrizal itu menjadi Rp33 per lembar dari fase sama tahun sebelumnya Rp13 per eksemplar. 


Produsen Antimo itu, mencatat penjualan bersih Rp1,16 triliun. Naik 10 persen dari posisi sama 2021 senilai Rp1,05 triliun. Beban pokok penjualan Rp584 miliar naik tipis dari periode sama 2021 sejumlah Rp531 miliar. Laba kotor Rp584 miliar menanjak signifikan dari tahun sebelumnya Rp519 miliar.


Beban usaha Rp489 miliar bengkak dari Rp429 miliar. Pendapatan lain-lain bersih Rp6,58 miliar melejit dari Rp191 juta. Laba usaha Rp101,03 miliar, surplus dari periode sama 2021 sebesar Rp90,27 miliar. Penghasilan keuangan Rp665 juta, turun dari Rp2,37 miliar. Beban keuangan turun menjadi Rp60,19 miliar dari Rp79,75 miliar.


Laba sebelum pajak Rp41,50 miliar, menanjak 221 persen dari periode sama 2021 sejumlah Rp12,89 miliar. Total pajak penghasilan Rp14,10 miliar, bengkak 786 persen dari episode sama 2021 sejumlah Rp1,59 miliar. Laba tahun berjalan Rp27,39 miliar, melesat 142 persen dari episode sama 2021 sejumlah Rp11,29 miliar. 


Jumlah ekuitas Rp771,81 miliar, menjulang dari posisi akhir 2021 sebesar Rp740,97 miliar. Jumlah liabilitas Rp1,03 triliun, turun dari fase sama akhir 2021 sebesar Rp1,09 triliun. Total aset Rp1,80 triliun, terkoreksi tipis dari akhir 2021 sejumlah Rp1,83 triliun. (*)