EmitenNews.com - Salim Ivomas Pratama (SIMP) per 31 Desember 2025 membukukan laba bersih Rp2,07 triliun. Menanjak 33 persen dari episode akhir tahun sebelumnya Rp1,55 triliun. Dengan hasil itu, laba per saham dasar melejit menjadi Rp133 dari sebelumnya Rp100. 

Laba bruto meningkat 13 persen menjadi Rp5,47 triliun, laba usaha naik 21 persen menjadi Rp4,00 triliun, dan core profit tumbuh 26 persen menjadi Rp2,91 triliun. Rasio pengungkit neto (net gearing) sebesar 0,04x dibanding periode akhir Desember 2024 di level 0.11x.

Produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti turun 2 persen menjadi 2,71 juta ton. Total produksi CPO naik 4 persen menjadi 733 ribu ton seiring kenaikan TBS dari eksternal. Penjualan Rp21,06 triliun atau naik 32 persen terutama karena kenaikan harga jual rata-rata, volume penjualan produk sawit, dan produk minyak & lemak nabati.

Paulus Moleonoto, Direktur Utama Grup SIMP mengatakan, kinerja positif perseroan meski menghadapi berbagai tantangan agribisnis terus berlanjut termasuk volatilitas harga komoditas, kondisi cuaca tidak menentu, dan ketidakpastian global.

”Grup SIMP tetap fokus, pada peningkatan pengendalian biaya dan efisiensi, memprioritaskan investasi modal, optimalisasi kegiatan operasional, produktivitas, dan menerapkan praktik-praktik agrikultur secara berkelanjutan,” tegasnya. (*)