EmitenNews.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi pada bulan Januari 2024, menjelang Pemilu di bulan Februari, mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Asisten Gubernur dan Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, mengungkapkan hasil Survei Konsumen BI menunjukkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Januari 2024 mencapai 125.
Angka IKK ini mengalami kenaikan sebesar 1,2 poin dibandingkan dengan Desember 2023 yang sebesar 123,8. Erwin menyatakan bahwa kenaikan keyakinan konsumen pada bulan Januari 2024 dipicu oleh penguatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE).
"IKE mengalami peningkatan, didukung oleh Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja dan Indeks Penghasilan Saat Ini," kata Erwin dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (15/2).
Berbeda dengan bulan sebelumnya, dimana peningkatan IKE terutama terjadi pada Indeks Pembelian Barang Tahan Lama.
Selain itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga berkontribusi pada peningkatan IKK. Menurut Erwin, IEK yang mencerminkan harapan konsumen dalam 6 bulan mendatang juga mengalami peningkatan, didorong oleh Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha.
Pada bulan Januari 2024, keyakinan konsumen tetap optimis dalam semua kategori pengeluaran, dengan peningkatan optimisme yang signifikan terlihat pada responden dengan pengeluaran Rp4,1 juta hingga Rp5 juta. Berdasarkan usia, keyakinan konsumen pada Januari 2024 juga optimis terutama di kalangan usia 20-30 tahun.
Dari segi spasial, IKK mengalami peningkatan di sebagian besar kota yang disurvei, terbesar di Kota Medan (14,5 poin), diikuti oleh Ambon (11,2 poin) dan Padang (8,8 poin). Sementara itu, beberapa kota mencatat penurunan IKK, terutama di Kota Palembang (9,4 poin), diikuti oleh Pangkal Pinang (4,2 poin) dan Bandung (4,1 poin).
Related News
Kapan BEI Buka Data Kepemilikan 1 Persen dan 28 Subtipe Investor?
Investor Ritel Jadi Korban Pompom, OJK Denda Belvin Tannadi Rp5,35M
Waspada! Tak Penuhi Free Float 15 Persen, Saham Masuk Notasi Khusus
OJK Gebrak Pasar Modal: Dari Data Investor hingga Satgas Integritas
Dua Saham Ini Diawasi Bursa, Satu Saham Jatuh Terjerembap Usai Reli
Lapak INPS dan AKKU Kembali Dibuka Usai Lunasi Annual Listing Fee





