Suspensi Dibuka! Masuk FCA, Dua Saham Langsung Ngebut
:
0
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) disertai dinamika penguatan serta penurunan indeks.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia resmi membuka gembok suspensi perdagangan saham PT Lotte Chemical Titan Tbk. (FPNI) dan PT Agung Menjangan Mas Tbk. (AMMS) pada Jumat (21/11). Keduanya kini ditempatkan dalam kategori Full Call Auction (FCA) hingga sepekan mendatang.
Pande Made Kusuma Ari A., Kepala Divisi Peraturan dan Operasional Perdagangan BEI, menyampaikan bahwa pembukaan suspensi tersebut mulai efektif diberlakukan pada Jumat (21/11) sejalan dengan evaluasi otoritas bursa.
Setelah suspensi dicabut, pada perdagangan Kamis (20/11) pergerakan harga keduanya masih melaju kencang. Saham FPNI tercatat melesat 9,38% atau naik 60 poin, menembus Auto Rejection Atas (ARA) di level Rp700. Kenaikan serupa juga terlihat pada AMMS, yang terkerek naik hingga 5,69% atau 28 poin ke posisi Rp520.
Secara historis, FPNI mencatat reli besar dalam sebulan terakhir, naik 270,37% dari Rp189 per 20 Oktober 2025. Pada triwulan terakhir, penguatannya bertahan di 270,37% dari posisi Rp189 per 20 Agustus 2025, dan secara year-to-date telah meningkat 272,34% dari harga awal Januari 2025 di Rp188.
Saham AMMS juga menunjukkan lonjakan dalam sebulan terakhir, harganya menguat 68,83% dari Rp308 per 20 Oktober 2025. Dalam triwulan terakhir, performanya meroket 261,11% dari Rp144 per 20 Agustus 2025. Sepanjang tahun berjalan, AMMS bahkan membukukan kenaikan multibagger hingga tertakar sebesar 1.168,29% dari posisi awal Januari 2025 di Rp41 per saham.
BEI menyatakan bahwa penempatan FPNI dan AMMS ke dalam mekanisme FCA dilakukan sebagai tindakan atas suspensi perdagangan beruntun yang menimpa kedua saham tersebut.
Related News
Prihatin! Rugi AirAsia Indonesia jadi Rp1,45T, Melonjak 85,95 Persen
Kinerja Meningkat, Laba Bersih Bank OCBC NISP (NISP) Rp2,7 Triliun
Medio 2026, RMKO Catat Pertumbuhan Pendapatan 89,1 Persen
Astra (ASII) Catat Laba Rp17,15T, Aset Naik 1,6 Persen Semester I 2026
Bisnis Bank Raya Menguat, Didukung Produk Digital Inovatif
RATU Siapkan PMTHMETD 10 Persen, Bidik Ekspansi dan Akuisisi





