Susul Induk, UNTR Sudahi Buyback Rp2 Triliun
Kantor baru United Trators tampak futuristik dan estetik. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - United Tractors (UNTR) menyudahi aksi pembelian kembali (buyback) saham. Itu setelah anak usaha Astra tersebut menyedot dana buyback Rp1,99 triliun. Penyetopan aksi buyback tersebut berlaku efektif sejak Rabu, 14 Januari 2026.
Sepanjang periode buyback yaitu sejak 30 Oktober 2025 hingga 30 Januari 2026, perseroan telah menyerok 68.519.800 lembar dengan rata-rata harga pelaksanaan Rp29.188 per eksemplar. So, dana buyback tersisa sejumlah Rp9,72 juta.
Nah, dengan mempertimbangkan sisa dana pembelian kembali saham perseroan tersebut, perseroan memutuskan menghentikan pelaksanaan buyback. Sebelumnya, perseroan melakukan buyback senilai Rp2 triliun.
Tindakan itu tidak akan melebihi 20 persen dari modal disetor, dan paling sedikit saham beredar 7,5 persen. Sebelumnya, induk perseroan yaitu Astra International (ASII) menuntaskan buyback Rp2 triliun. Dengan begitu, perseroan menyudahi periode pembeli kembali saham lebih awal dari jadwal. Yaitu, menjadi 13 Januari 2026 dari skenario awal 30 Januari 2026.
Selama periode buyback, Astra sukses menjaring 305.213.900 lembar dengan harga rata-rata Rp6.552 per eksemplar. Harga buyback itu, kalau dikonversi dengan harga penutupan perdagangan saham perseroan edisi 13 Januari 2026 di kisaran Rp7.300.
Nah, dengan skema harga tersebut, Astra telah menghabiskan dana buyback maksimal Rp1,99 triliun. Penghentian aksi tersebut menyusul dana alakas? untuk buyback telah terserap secara maksimal. ”Penghentian lebih dini buyback itu, tidak berdampak negatif terhadap kelangsungan usaha perseroan,” tegas Gita Tiffani Boer, Corporate Secretary Astra.
Sebelumnya, Astra mengumumkan pembelian kembali saham sebesar Rp2 triliun. Jumlah tersebut tidak akan melebihi 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, dan jumlah saham free float tidak akan menjadi kurang dari 7,5 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. (*)
Related News
Harga Penawaran Rp436 Lembar, Tender Wajib Saham GPSO Mulai Hari Ini
Tukangi HUMI, Eks Bos Garuda Mainkan Langkah Strategis Ini
Diversifikasi, Kembali INDY Dirikan Entitas Usaha Baru
Saham Fluktuatif, SUPA Biakkan Dana IPO di BI Rp1,44 Triliun
Lanjut! Pengendali TRIN Alihkan 136,6 Juta Lembar
GOTO Habiskan Dana IPO Rp13,57 Triliun, Telisik Hasilnya





