Komut GULA Irsyad Hanif Borong 18 Juta Saham, Kepemilikan 7,05 Persen
Produk gula Aman Agrindo (GULA)
EmitenNews.com - Irsyad Hanif, Komisaris Utama (Komut) PT Aman Agrindo Tbk (GULA) dilaporkan telah melakukan pembelian saham Perseroan dalam jumlah masif. Aksi borong tersebut membuat kepemilikan sahamnya meningkat dari 5,37% menjadi 7,05%.
Manajemen GULA, dalam keterbukaan informasi, Jumat (6/3/2026) melaporkan telah terjadi empat kali transaksi pembelian saham Perseroan oleh Komisaris Utama pada 4 Maret 2026. Total jumlah saham yang dibeli mencapai 18 juta saham.
Rinciannya, transaksi pertama melibatkan 6.100 saham yang ditebus seharga Rp304 per saham. Kedua sebanyak 7,93 juta saham pada harga Rp310. Ketiga Irsyad diketahui borong langsung 9,665 juta saham di harga Rp308. Menutup manuvernya di hari tersebut, Irsyad beli 393.600 saham GULA di harga Rp306 per saham.
Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek untuk periode 31 Januari 2026, pemegang saham pengendali GULA adalah PT Aman Resources yang menguasai 552,88 juta saham atau setara 51,65% dari total saham Perseroan.
Selanjutnya yang juga bertindak selaku pemegang saham pengendali adalah Andreas Utomo yang menguasai 29,55 juta saham atau setara 2,76 persen. Irsyad Hanif dilaporkan menguasai 57,48 juta saham setara 5,37%.
GULA juga mencatat penambahan signifikan pada porsi saham free float, dari total 293,21 juta saham atau 27,39% menjadi 427,98 juta saham atau 39,98%.
Sementara itu, jumlah pemegang saham GULA hingga akhir Januari 2026 tercatat sebanyak 3.693 pihak, naik 976 pihak dari bulan sebelumnya.
Asal tahu saja, meski secara perorangan porsi saham Andreas Utomo di GULA relatif kecil, ia tercatat sebagai penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham atau ultimate beneficial owner/UBO.
Related News
Lala Market 2026, Bank Raya Dukung Digitalisasi Perbankan Brand Lokal
Agung Sedayu Lepas 52 Juta Saham CBDK, Jual di Harga 5.200-5.350
Pengendali Baru Caplok 98,7 Persen Saham SGRO, Free Float Aman?
KIJA Deklarasi Wisata Industri Pertama RI, Target Prapenjualan Rp3,75T
DSSA Bentuk Joint Venture dengan Perusahaan AI asal China
Petrosea Karungkan Laba USD28,8 Juta di 2025, Lompat 3 Kali Lipat!





