EmitenNews.com - Intiland Development (DILD) sepanjang 2025 membukukan laba bersih Rp64,26 miliar. Melorot 63,23 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp174,76 miliar. Oleh sebab itu, laba per saham dasar emiten jagoan Lo Kheng Hong tersebut menyusut menjadi Rp6,20 dari sebelumnya Rp16,86. 

Pendapatan usaha Rp2,46 triliun, terkoreksi 3,52 persen dari Rp2,55 triliun. Beban pokok penjualan dan beban langsung Rp1,5 triliun, mengalami penyusutan dari Rp1,76 triliun. Laba kotor terkumpul Rp960,48 miliar, mengalami peningkatan dari akhir tahun 2024 senilai Rp785,35 miliar. 

Beban penjualan Rp39,16 millar, berkurang dari Rp58,95 miliar. Beban umum dan administrasi Rp249,08 miliar, berkurang dari Rp272,17 miliar. Total beban usaha Rp288,25 miliar, berkurang dari Rp331,12 miliar. Laba usaha Rp672,24 miliar, naik dari Rp454,23 miliar. Keuntungan atas penghapusan liabilitas keuangan Rp457,64 miliar, naik dari Rp328,16 miliar. 

Pendapatan bunga Rp20,81 miliar, naik dari Rp19,56 miliar. Pendapatan dividen Rp14,74 miliar, turun dari Rp21,5 miliar. Keuntungan penjualan aset tetap Rp918,73 juta, naik dari Rp384,42 juta. Untung kurs Rp203,37 juta, melejit dari Rp126,76 juta. Rugi penurunan nilai aset Rp462,25 miliar dari nihil. 

Beban bunga Rp371,5 miliar, bengkak dari Rp359,42 miliar. Komponen pendanaan atas liabilitas kontrak Rp76,82 miliar, turun dari Rp97,84 miliar. Lain-lain bersih Rp104,62 miliar, bengkak dari Rp24 miliar. Beban lain-lain Rp520,86 miliar, bengkak dari Rp120,48 miliar. Laba tahun berjalan Rp178,56 miliar, merosot dari Rp263,85 miliar. 

Jumlah ekuitas terakumulasi senilai Rp6,78 triliun, melonjak dari akhir tahun sebelumnya Rp6,74 triliun. Total liabilitas Rp6,33 triliun, mengalami penyusutan dari akhir tahun 2024 sebesar Rp6,95 triliun. Jumlah aset Rp13,12 triliun, susut dari episode sama tahun sebelumnya Rp13,70 triliun. (*)