Syarat Iran di Hormuz Ketat, Harga Minyak Mentah Melonjak
:
0
Harga minyak mentah dunia melanjutkan tren kenaikan pada perdagangan hari Jumat seiring kembali meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz. (Foto: Dok)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia melanjutkan tren kenaikan pada perdagangan hari Jumat seiring kembali meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz.
Berdasarkan data Trading Economics harga minyak mentah tercatat naik melampaui level USD78 per barel, sementara harga minyak Brent melonjak hingga berada di atas USD83 per barel. Kondisi tersebut kembali mengganggu stabilitas pasar global dan memicu keraguan baru terkait upaya pembukaan kembali jalur pelayaran vital tersebut.
Laporan setempat menunjukkan bahwa pihak Iran menyerang apa yang mereka sebut sebagai target musuh di kawasan perairan tersebut setelah timbul laporan ledakan di dekat Pulau Qeshm. Eskalasi konflik di lintasan utama komoditas ini memberikan tekanan langsung pada pergerakan harga energi global, yang turut diwaspadai pelaku pasar dan industri energi di Indonesia.
Berdasarkan draf perjanjian Iran-Oman yang diusulkan untuk mengatur jalur air tersebut, pihak Teheran berupaya melarang kapal berbendera Amerika Serikat dan Israel melintasi Selat Hormuz. Selain itu, rancangan aturan tersebut mewajibkan negara-negara yang dianggap bermusuhan untuk membayar kompensasi terlebih dahulu sebelum diberikan izin melintas.
Pihak Iran juga mengusulkan penetapan sanksi atau hukuman finansial sebesar 20 persen dari nilai kargo kapal untuk setiap bentuk pelanggaran. Otoritas Iran menegaskan bahwa jalur pelayaran Selat Hormuz baru akan dibuka kembali secara penuh setelah tindakan blokade maritim dari pihak Amerika Serikat dicabut secara menyeluruh.
Saat ini Parlemen Iran tengah melakukan proses peninjauan terhadap rancangan proposal tersebut. Dokumen ini menguraikan berbagai persyaratan yang jauh lebih ketat bagi aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz dibandingkan dengan perkiraan awal pasar, sehingga memicu kenaikan harga minyak mentah internasional.(*)
Related News
Kejar Aset Kewajiban BLBI, Pemerintah Siapkan Sejumlah Strategi
Rupiah Turun ke Rp17.884, Pasar Waspadai Hal Ini
Emas Dunia Rebound, Kok Emas Antam Turun?
Harga Minyak Turun, Bitcoin Jadi Buruan Investor
Suku Bunga AS Berpotensi Naik, Dolar Bertahan di Level 100,3
Harga Nikel-Batu Bara Naik, Angin Segar Emiten Minerba





