EmitenNews.com - Polisi bekerja keras menuntaskan penyelidikan insiden tabrakan maut kereta di Stasiun Bekasi Timur. Penyidik Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan lanjutan terhadap sejumlah pihak, salah satunya adalah pihak dari Taksi Green SM yang akan diperiksa pada esok, Senin (4/5/2026). Sebuah taksi hijau itu, diduga menjadi pemicu tabrakan beruntun yang menyebabkan belasan jiwa melayang, dan puluhan orang terluka.

Dalam keterangannya kepada pers, Ahad (3/5/2026), Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan langkah ini diambil guna mendapatkan gambaran peristiwa secara lebih utuh dan objektif.

“Senin mendatang, penyidik juga akan meminta keterangan dari Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, pihak Taksi Green, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian guna melengkapi rangkaian penyidikan dan memperoleh gambaran peristiwa secara utuh dan objektif,” kata Kombes Budi Hermanto.

Untuk itu, Polisi sudah menaikkan proses penanganan insiden ini ke tahap penyidikan. Serangkaian pemeriksaan awal sudah dilakukan. Mulai dari olah TKP, pengumpulan barang bukti, hingga pendalaman rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

“Penyidik telah melakukan cek tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, pendalaman rekaman CCTV, koordinasi dengan rumah sakit terkait korban, permintaan visum, serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pihak terkait lainnya.

Di luar itu, sebanyak 31 orang sudah dimintai keterangannya. Termasuk pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang pintu, saksi di sekitar lokasi, korban, petugas operasional PT KAI, hingga pihak lain yang mengetahui langsung kejadian tersebut.

Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terus mendalami penyebab kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, salah satunya sistem persinyalan.

“Sejak malam kejadian hingga hari ini KNKT sudah menurunkan 5 investigator perkeretaapian. Ketua KNKT juga sejak kemarin aktif memantau perkembangan di lapangan. Untuk perkembangan investigasi, sampai sekarang belum ada informasi signifikan yang bisa kami sampaikan ke publik,” ujar Humas KNKT Arif, Kamis (30/4/2026).

Sebelumnya, Masinis KA Argo Bromo Anggrek, Nofiandi, mengaku terkejut atas insiden tersebut. Ia menyebut, indikasi gangguan sinyal sempat terlihat sebelum kejadian. Ia menyatakan sudah ada informasi dari PK (pusat kendali), tapi ia mengaku belum sepenuhnya menerima informasi tersebut, sudah keburu sinyalnya merah.

Pada bagian lain Perusahaan Green SM, menyampaikan belasungkawa kepada para korban kecelakaan kereta api ini. Green SM mengatakan, saat ini proses investigasi terkait kecelakaan tersebut masih berjalan. Belum ada kesimpulan yang diambil.