Tambah Mesin, Samator Gas (AGII) Jajakan Surat Utang Rp140 Miliar
:
0
EmitenNews.com - Samator Indo Gas (AGII) bakal menjajakan surat utang senilai Rp140 miliar. Surat utang itu, terdiri dari obligasi berkelanjutan III tahap I sebesar Rp70 miliar. Lalu, sukuk ijarah III tahap I sejumlah Rp70 miliar.
Penerbitan obligasi itu, bagian integral dari obligasi berkelanjutan III dengan target dana Rp750 miliar. Sedang penerbitan sukuk Ijarah berkelanjutan III dengan proyeksi dana Rp1,25 triliun. Surat utang itu baik obligasi, dan sukuk Ijarah terbagi menjadi tiga seri. Seri A berdurasi 3 tahun, seri B berjangka 5 tahun, dan seri C dengan tempo 7 tahun.
Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 bulan sesuai tanggal pembayaran bunga obligasi. Pembayaran pertama pada 10 Januari 2024, sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo pada 10 Oktober 2026 seri A, pada 10 Oktober 2028 seri B, dan 10 Oktober 2030 Seri C. Sementara itu, cicilan imbalan Ijarah dibayarkan setiap 3 bulan.
Pembayaran pertama pada 10 Januari 2024, dan pembayaran terakhir sekaligus jatuh tempo pada 10 Oktober 2026 untuk seri A, 10 Oktober 2028 seri B, dan 10 Oktober 2030 sukuk seri C. Seluruh dana hasil obligasi dan sukuk ijarah, untuk belanja modal terdiri dari 60 persen untuk pembelian mesin, dan peralatan tidak terbatas pada mesin produksi gas, pompa, dan peralatan pendukung.
Perseroan berencana membeli mesin, dan peralatan untuk ekspansi usaha. Per 31 Maret 2023, tingkat utilisasi dari plant/pabrik perseroan saat ini sebesar 67 persen. Lalu, sekitar 40 persen untuk pembelian sarana pemasaran terdiri namun tidak terbatas pada storage tank, botol gas, microbulk, lorry tank, iso tank, dan peralatan pendukung.
Perseroan berencana untuk ekspansi usaha dengan melakukan pembelian mesin, dan peralatan. Itu menyusul peningkatan permintaan produk perseroan tersebab program hilirisasi sektor otomotif, sektor makanan, dan minuman. Pada sektor otomotif terdapat hilirisasi produk baterai, ban, dan komponen part otomotif yang membutuhkan produk nitrogen, dan Argon perseroan.
Pada sektor makanan dan minuman, terdapat pengembangan produksi makanan termasuk proses pembekuan makanan yang membutuhkan produk nitrogen perseroan. Selanjutnya, permintaan terhadap gas medis perseroan juga meningkat setiap tahun sehubungan dengan ekspansi rumah sakit dilakukan pelanggan telah ada saat ini maupun pelanggan baru. (*)
Related News
Celebes Mining Cabut dari HOPE, Divestasi 13,87 Persen Saham Rp67,38M
Penjualan Seragam Melesat 209 Persen, BELL Untung Dua Digit di Q1 2026
TINS Tabulasi Laba Rp1,5 Triliun, Melesat 1.183 Persen Kuartal I 2026
Tutup Kuartal I, Penjualan TRIS Naik 13,18 Persen
Makin Bengkak, WIKA Tekor Rp1,13 Triliun Kuartal I 2026
Laba PTMR Melonjak 154 Persen Q1 2026, Saham Jalani Suspensi





