EmitenNews.com - Express Transindo Utama (TAXI) semester I 2026 menyudahi episode negatif. Itu ditunjukkan dengan mencetak laba bersih Rp1,22 miliar. Meroket 141,78 persen dari episode sama tahun lalu dengan tabulasi rugi Rp2,92 miliar. Dengan hasil itu, laba per saham dsar menjadi Rp0,12 dari sebelumnya minus Rp0,29.

Torehan laba itu seiring dengan koleksi pendapatan Rp5,59 miliar, melejit 265,35 persen dari posisi sama tahun lalu Rp1,53 miliar. Beban pokok pendapatan Rp4,17 miliar, bengkak dari fase sama tahun sebelumnya Rp3,29 miliar. Laba kotor terkumpul Rp1,42 miliar, berbalik dari tekor Rp1,76 miliar.

Beban umum dan administrasi Rp1,95 miliar, bengkak dari Rp488,19 juta. Rugi usaha tercatat Rp521,39 juta, meluruh dari Rp2,24 miliar. Penghasilan bunga Rp1,22 juta, anjlok dari Rp60,23 juta. Beban bunga Rp244 ribu, turun dari Rp297 ribu. Keuntungan penjualan aset tetap Rp1,82 miliar dari nihil.

Beban lain-lain Rp95,56 juta, susut dari Rp736,87 juta. Penghasilan lain-lain bersih Rp1,73 miliar, melesat dari sebelumnya minus Rp676,93 juta. Laba sebelum pajak penghasilan Rp1,2 miliar, melonjak dari tekor Rp2,92 miliar. Laba bersih tahun berjalan Rp1,2 miliar dari minus Rp2,92 miliar.

Jumlah ekuitas Rp36,92 miliar, melejit dari akhir tahun lalu Rp35,7 miliar. Defisit Rp1,3 triliun, susut dari Rp1,3 triliun. Total liabilitas Rp3,65 miliar, bengkak dari akhir 2025 senilai Rp3,22 miliar. Jumlah aset Rp40,56 miliar, melesat dari Rp38,93 miliar. (*)