Tekan Defisit, Ini Saran Jitu Jusuf Kalla
:
0
Mantan Wapres Jusuf Kalla pada suatu kesempatan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Jusuf Kalla meminta pemerintah mengevaluasi anggaran. Itu penting untuk menjaga efisiensi, dan mengurangi defisit atau utang negara. Menurut Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu, ada sejumlah pos anggaran perlu dikurangi, tetapi ada pos justru perlu dipertahankan.
JK mengingatkan pemerintah untuk dapat mempelajari defisit dengan baik untuk mencegah pembengkakan utang. Ia mengingatkan Presiden Prabowo Subianto. Di mana, Prabowo ingin mempertahankan batas defisit APBN maksimal 3 persen. ”Ya, kalau ingin defisit tetap 3 persen harus ada penghematan dengan cara memangkas pengeluaran,” tegas JK.
Sayangnya, JK tidak membeber pos anggaran mana perlu dipangkas. JK justru menyarankan untuk tidak mengurangi transfer ke daerah, tidak mengurangi biaya pendidikan, jangan kesehatan, dan infrastruktur. ”Anggaran PUPR jangan dikurangi itu. Kesehatan juga,” imbubnya.
Kalau sejumlah pos itu anggaran dikurangi akan bersentuhan dengan kepentingan masyarakat, dan pendidikan di masa depan. Oleh sebab itu, JK meminta pemerintah mengevaluasi anggaran yang masih bisa dikurangi, ditunda, dan sebagainya. Selain evaluasi anggaran, JK menyarankan pemerintah mengurangi subsidi sebagai upaya mengurangi defisit.
"Kita minta untuk mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi, karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga, dan itu dilakukan di banyak negara," urainya. (*)
Related News
KAI Mau Renovasi Besar-besaran Stasiun Gambir, Ini Respons DPR
Pangkas dari 57 Jadi 17 Entitas Pupuk Indonesia, Ini Target Danantara
Aset Kripto Ekspansi Tak Lagi Sekedar Alat Investasi, CFX Ungkap Ini
Moody's hingga S&P Beri Label Rating Baru Danantara Investment (DIM)
Rupiah Anjlok Tembus Rp17.900, Ini Langkah BI
Hati-Hati! Produsen Mobil Jepang Boleh Gunakan Suku Cadang Cacat





