EmitenNews.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 0,20 persen menjadi 7.952, setelah  sempat menyentuh level tertinggi baru di level 8022. Secara teknikal, pembentukan histogram negatif pada MACD masih berlanjut, dan indeks membentuk long upper shadow yang mengindikasikan tekanan jual. 

Oleh karena itu, indeks berpotensi melemah. Sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 29 Agustus 2025, indeks akan menyusuri support level 7.900, dan posisi resistance di kisaran 8.020. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor mengoleksi sejumlah saham berikut.

Antara lain Bank Tabungan Negara alias BTN (BBTN), Hartadinata Abadi (HRTA), Energi Mega Persada (ENRG), Bank Central Asia alias BCA (BBCA), dan Alam Sutera Realty (ASRI). 

Di sisi lain, indeks bursa Asia bergerak mixed. Investor mencermati langkah bank sentral Korea Selatan mempertahankan suku bunga acuan pada level 2,5 persen untuk kali kedua secara beruntun, sesuai perkiraan pasar. Investor juga mencermati dampak pemberlakuan tarif impor Amerika Serikat (AS) 50 persen terhadap India. 

Selanjutnya, investor global menanti consumer confidence Jepang edisi Agustus 2025 diperkirakan sedikit turun pada level 33.5 dari periode Juli di kisaran 33.7, juga mengalami penurunan dari bulan sebelumnya. Jerman akan merilis retail sales Juli 2025, diperkirakan turun 0,4 persen dari Juni 2025 naik 1 persen. 

Jerman juga akan merilis data inflasi Agustus 2025 diperkirakan menjadi 2,1 persen dari periode Juli 2025 di level 2 persen. Sedangkan investor AS mencermati indeks Core PCE Price Juli 2025 diperkirakan stabil di level 0,3 persen MoM. (*)