IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

mark dynamics indonesia
victoria sekuritas

Tekanan Masih Cukup Besar, IHSG Berpotensi Melemah

31/01/2022, 06:00 WIB

Tekanan Masih Cukup Besar, IHSG Berpotensi Melemah

EmitenNews.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan ditutup nyungsep 1,20 persen. Efeknya, sepanjang periode 24-28 Januari 2022 itu, IHSG terpaksa lengser ke posisi 6.645,511 dari pekan sebelumnya di kisaran 6.726,373. 


Kapitalisasi pasar bursa juga mengalami nasib serupa. Sepanjang pekan itu, kapitalisasi pasar ikut terpangkas 1,09 persen menjadi Rp8.371,146 triliun dari penutupan pekan sebelumnya di posisi Rp8.463,010 triliun.


Mengakhiri bulan pertama pada awal tahun 2022 kondisi IHSG terlihat belum akan beranjak dari rentang konsolidasi wajarnya, potensi tekanan masih cukup besar dibandingkan dengan kemampuan untuk naik.


Sedangkan sentimen belum terlalu terlihat ada yang menonjol untuk dapat menjadi booster terhadap pola gerak IHSG saat ini ditambah lagi pekan ini merupakan pekan yang cukup pendek dan dpt memberikan pengaruh terhadap pola trading dari investor jangka pendek, hari ini IHSG berpotensi melemah.


William Surya Wijaya CEO Indosurya Bersinar Sekuritas mengatakan bahwa laju IHSG hari ini, Senin (31/1/2022) bakal bergerak pada kisaran support di level 6502 dan untuk posisi resistance di level 6711.


Saham yang dapat di perhatikan dalam kondisi seperti ini adalah Ciputra Development (CTRA), Unilever Indonesia (UNVR), Summarecon Agung (SMRA), Jasa Marga (JSMR), Bank BCA (BBCA), Bank Mandiri (BBNI), Bank Ina Perdana (BINA), Telkom Indonesia (TLKM) dan Bank BRI (BBRI).


Author: Rizki