Terus Melaju, IHSG Jejak Level 8.020
:
0
Seorang pengunjung mengabadikan pergerakan IHSG melalui smartphone. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,06 persen menjadi 7.937. Itu terjadi di tengah ekspektasi akan penurunan suku bunga The Fed, dan harapan perbaikan ekonomi domestik.
Selain itu, paket stimulus ekonomi 8 Program Akselerasi 2025 dengan total anggaran senilai Rp16.23 triliun, diperkirakan mendapat apresiasi pasar dalam jangka pendek. Sedang dalam jangka menengah-panjang, akan tergantung pada keberhasilan, dan efektivitas implementasi dalam mendorong ekonomi.
Investor global akan mencermati data tingkat pengangguran Inggris Juli 2025 diperkirakan stabil di level 4,7 persen. Jerman akan merilis data ZEW Economic Sentiment Index September 2025 ditaksir turun menjadi 25 dari episode Agustus 2025 di kisaran 34.7 menyusul trade-deal Uni Eropa-AS.
Sementara itu, pemodal Amerika Serikat (AS), akan mencermati data penjualan ritel Agustus 2025 ditaksir melambat menjadi 0,3 persen MoM dari 0,5 persen MoM. Secara teknikal, histogram negatif MACD mulai mengecil. Itu menandakan mulai terjadi pelemahan tekanan jual.
Stochastic RSI mengalami reversal dari area oversold. Volume beli mengalami kenaikan, dan indeks bertahan di atas level MA20. Sehingga diperkirakan indeks berpeluang melanjutkan penguatan. Sepanjang perdagangan hari ini, Selasa, 16 September 2025, indeks menguji level 7.970-8.020.
Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor untuk mengoleksi sejumlah saham berikut sebagai jujukan investasi. Yaitu, Telkom Indonesia alias Telkom (TLKM), Pakuwon Jati (PWON), Bumi Serpong Damai (BSDE), Ciputra Development (CTRA), dan Dharma Henwa (DEWA). (*)
Related News
Konsumen Kripto di Indonesia Capai 23,21 Juta, Ini kata Bittime
BNLI Gandeng OJK Gelar Permata CERITA, Literasi Keuangan di 24 Kota
Rencana MSCI Tidak Tepat, Reformasi Pasar Modal On The Right Track
Anomali, 10 Saham Menguat Kala IHSG Jebol 11,57 Persen
IHSG Terjun Bebas 11,57% Dekati 5.100 Usai Pengumuman MSCI
Konsultasi MSCI Dimulai, Rekam Jejak Hanya Peru & Nigeria yang Selamat





