Tidak Ada Penutupan Penerbangan Internasional, Begini Penegasan Menhub
:
0
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Dok. InfoPublik.
EmitenNews.com - Tidak ada penutupan penerbangan internasional, meski konflik di Timur Tengah terus memanas. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa penerbangan internasional tidak ditutup, guna menjaga konektivitas dan kelancaran mobilitas penumpang global.
Dalam pernyataan resmi, Rabu (18/3/2026), Menhub Dudy Purwagandhi membantah berita pemerintah akan melakukan penutupan penerbangan internasional. “Dapat kami sampaikan bahwa berita tersebut tidak benar."
Menhub menekankan hal itu di sela kunjungan kerja meninjau situasi angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi di Pelabuhan Merak dan Ciwandan, Banten, Selasa (17/3/2026) malam. Turut serta Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho.
Kementerian Perhubungan memastikan operasional penerbangan internasional tetap beroperasi di tengah dinamika situasi di kawasan Timur Tengah
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan memastikan operasional penerbangan internasional tetap beroperasi di tengah dinamika situasi di kawasan Timur Tengah. Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa dalam keterangan di Jakarta, Selasa (17/3/2026) malam mengungkapkan, berita itu tidak benar.
"Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan bahwa berita tersebut tidak benar," kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa dalam keterangan di Jakarta, Selasa (17/3) malam.
Kemenhub terus memantau secara intensif perkembangan operasional penerbangan internasional yang terdampak dinamika situasi di kawasan Timur Tengah, serta memastikan penanganan penumpang berjalan dengan baik, aman, dan terkoordinasi.
Hingga Selasa, 17 Maret 2026 pukul 10.30 WIB, terdapat dua pesawat yang masih berstatus stranded atau tertahan di Indonesia. Masing-masing satu unit di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan satu unit di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yang keduanya dioperasikan oleh Qatar Airways.
Dengan mulai dibukanya kembali wilayah udara Uni Emirat Arab, kata Lukman, sejumlah maskapai telah mengoperasikan penerbangan secara terbatas. Emirates melaksanakan penerbangan terbatas dari dan menuju Jakarta dan Denpasar.
Operasional sempat terdampak oleh gangguan pada fasilitas fuel farm di Bandar Udara Dubai pada 16 Maret 2026 yang menyebabkan keterlambatan dan penyesuaian jadwal penerbangan. Penanganan penumpang terdampak terus dilakukan, termasuk melalui pengangkutan penumpang stranded secara bertahap.
Related News
Bawa Investasi Rp1,12T, Hoi Fu Paper Bangun Pabrik di KEK Kendal
Tekad Sudah Bulat, Bahlil Ungkap Tantangan Wujudkan Substitusi LPG
Realisasi Investasi DIY Rp2,01 Triliun, Ditopang Sleman dan Yogyakarta
Luncurkan Proyek PLTS Mentari Nusantara, PLN Dukung Target NZE 2060
Ingat, Telat Lapor SPT Badan, DJP Hapus Sanksi Hanya Sampai Akhir Mei
TLKM Telat Sampaikan Annual Report 2025 dan Kuartal I, Sampai Kapan?





