Tiga Saham Ini Masuk Radar Merah BEI, Hati-Hati!
:
0
Ilustrasi volatilitas pergerakan indeks harga saham. Foto: Canva.com
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan tiga saham dalam pengawasan tidak biasa (Unusual Market Activity/UMA) yakni, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS), PT Indonesia Prima Property Tbk. (OMRE), dan PT Surya Fajar Capital Tbk. (SFAN).
Penetapan UMA dilakukan menyusul pergerakan harga yang dinilai tidak wajar dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menyampaikan bahwa pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
BEI, kata dia, akan terus mencermati perkembangan pola transaksi ketiga saham tersebut guna melindungi investor.
Pascaterbit pengumuman UMA, pada Senin (2/3/2026) harga Saham SSMS bergerak menurun di Rp1.535 setara 2,23 persen. Dalam sepekan harga saham SSMS kian tertekan dengan penurunan 12,29 persen, dalam sebulan terakhir sahamnya terpantau volatile dengan penurunan sedalam 8,36 persen.
Berikut saham SFAN terpantau stagnan di FCA di posisi Rp1.935 usai ditetapkan UMA. Dalam sebulan juga harganya stagnan di Rp1.935 dan sejak awal tahun sahamnya menurun 0,26 persen dari sebelumnya Rp1.940.
Bernasib lain, saham OMRE justru beberapa kali mengalami kenaikan, dalam data yang diterima EmitenNews.com ia ditetapkan UMA usai harganya melesat 9,94 persen di Rp995 menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) pada penutupan Jumat (27/2).
Dalam sepekan harga sahamnya telah melesat tembus 30 persen, dalam sebulan 44,2 persen, dan sejak awal tahun telah meroket setinggi 142,68 persen dari Rp410 hingga hari ini menjadi Rp995. (*)
Related News
Data BI, Volume Transaksi QRIS 12,55 Miliar, Tumbuh 100,12 Persen
Daftar 53 Saham HSC, Terbaru Ada AGAR-ALKA
Bersihkan SLIK OJK Kini Cuma 3 Hari Kerja, Ini Aturannya
OJK Terbitkan POJK 6/2026, Finfluencer Saham Dipelototi
Siap-Siap, Saham Tak Penuhi Free Float 15% Akan Ditandai BEI
BEI Resmikan 14 Notasi Khusus Baru untuk Tanggulangi Emiten Bermasalah





