Tindak Kasus Kekerasan Penarikan Mobil TAFS di Serang, OJK Minta ini
:
0
OJK telah menyelesaikan pendalaman pengawasan terkait peristiwa dugaan tindak kekerasan saat proses penarikan agunan kendaraan yang melibatkan pihak ketiga yang bekerja sama dengan PT Toyota Astra Financial Services (TAFS) di Serang, Banten.
EmitenNews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyelesaikan pendalaman pengawasan terkait peristiwa dugaan tindak kekerasan saat proses penarikan agunan kendaraan pembiayaan. Kasus tersebut melibatkan pihak ketiga yang bekerja sama dengan PT Toyota Astra Financial Services (TAFS) di Serang, Banten.
Pendalaman dilakukan terhadap data, dokumen, serta keterangan pengurus TAFS di Jakarta pada Senin (22/6/2026). Ini merupakan tindak lanjut pemanggilan OJK sebelumnya pada 8 Juni 2026.
Berdasarkan hasil pendalaman, OJK mengindikasikan tindakan petugas lapangan dari pihak ketiga tidak sesuai dengan ketentuan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara TAFS dan pihak ketiga, maupun Standar Operasional Prosedur (SOP) penarikan agunan yang ditetapkan TAFS.
OJK juga memperoleh informasi adanya dugaan pengalihan objek jaminan fidusia oleh debitur kepada pihak lain tanpa persetujuan TAFS dan tanpa penyerahan dokumen kepemilikan kendaraan.
Terkait dugaan tindak kekerasan, OJK menyatakan menghormati proses hukum yang berjalan dan menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum sesuai kewenangan.
Tindak Lanjut dan Perintah OJK ke TAFS
Sebagai tindak lanjut, TAFS telah menyampaikan sejumlah langkah perbaikan kepada OJK. Langkah tersebut meliputi penelaahan internal, penghentian kerja sama dengan pihak ketiga yang tidak sesuai PKS dan SOP, serta pelaporan perkembangan penanganan kasus secara berkala.
OJK selanjutnya meminta TAFS melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola penagihan dan penarikan agunan. Hal itu termasuk memperkuat pengawasan terhadap tenaga penagihan internal dan pihak ketiga untuk meningkatkan perlindungan konsumen.
OJK mewajibkan TAFS menyampaikan rencana aksi perbaikan dalam waktu 7 hari kerja dan melaporkan implementasinya paling lama 30 hari kerja. Rencana aksi minimal memuat penguatan tata kelola, pengawasan pihak ketiga, penyempurnaan prosedur penagihan, serta mekanisme pemantauan dan pelaporan.
OJK akan mengawasi secara intensif pelaksanaan rencana aksi tersebut. Jika ditemukan pelanggaran peraturan, OJK akan mengambil tindakan pengawasan tegas dan/atau sanksi administratif.
Related News
3 Kunci Ketahanan Finansial Versi Chatib Basri & Schroders di RAS 2026
IHSG Sesi Siang (12/8) Melesat Terbang 1 Persen ke Atas 6.330
Jelang Review MSCI 12 Agustus, IHSG Optimis Naik 0,27 Persen ke 6.284
Pengguna Gemini Tembus 1 Miliar, tapi Saham Turun Karena Belanja AI
Terseret Wall Street, IHSG Kembali Tersungkur
BPK Audit Negara Pakai AI, Anomali APBD Cepat Terdeteksi





