EmitenNews.com - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatat pertumbuhan penjualan pada kuartal I 2026, namun laba bersih mengalami tekanan akibah selisih nilai tukar atau kurs.

Perseroan membukukan penjualan neto konsolidasi sebesar Rp21,72 triliun, meningkat sekitar 8% dibandingkan Rp20,19 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Meski mencatat pertumbuhan topline, laba usaha ICBP turun 10% menjadi Rp4,62 triliun dari Rp5,15 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh lebih rendahnya laba atas selisih nilai tukar mata uang asing dari kegiatan operasional.

Namun demikian, marjin laba usaha tetap terjaga di level sehat sekitar 21,3%, mencerminkan ketahanan operasional di tengah tekanan eksternal.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp2,57 triliun, turun 3% dibandingkan Rp2,66 triliun pada kuartal I 2025.

Kurs Jadi Faktor Penekan, Fundamental Masih Solid

Direktur Utama ICBP, Anthoni Salim, menyebut kinerja awal tahun tetap positif dengan pertumbuhan penjualan dan marjin yang terjaga. 

Namun, tekanan dari faktor eksternal seperti volatilitas nilai tukar menjadi tantangan yang perlu diwaspadai ke depan.

“Kami akan tetap fokus beradaptasi untuk menangkap peluang pertumbuhan serta menjaga posisi keuangan yang sehat,” ujarnya.