EmitenNews.com - Sekolah Minggu di Vihara Viriya Bala di Jalan Lewa II, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur menjadikan tradisi Imlek sebagai salah satu sarana pendidikan karakter bagi puluhan anak di sana. Mereka menggelar tradisi pembersihan Rupang Buddha menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, Selasa (17/2/2026), yang menjadi sarana pendidikan karakter.

"Puluhan anak-anak Sekolah Minggu Vihara Viriya Bala menggelar tradisi pembersihan Rupang Buddha menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Ini sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter," kata Pengurus Yayasan Vihara Viriya Bala Bidang Pendidikan dan Sosial Budaya Liana di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Kegiatan sakral tersebut bukan sekadar pembersihan patung Buddha. Menurut Liana, agenda yang rutin dilakukan sebelum Imlek itu, memiliki makna lebih mendalam.

"Momen ini melambangkan penyucian jiwa dan pembersihan diri dari segala hal negatif," ujar Liana.

Momen tersebut juga menjadi perenungan bagi umat untuk membuang kotoran batin, menyambut tahun baru dengan hati yang suci, sekaligus sebagai wujud penghormatan kepada Tri Ratna.

Terdapat lima Rupang Buddha yang dibersihkan dalam kegiatan itu, terdiri atas empat patung berukuran kecil dan satu patung berukuran sedang. Mereka membersihkan rupang dengan menggunakan air dan tangan.

Makna di balik tradisi turun-temurun tersebut, berkaitan erat dengan aktivitas manusia selama setahun sebelum Tahun Baru Imlek.

Selain itu, pembersihan rupang juga erat kaitannya dengan momen "Toapekong dapur naik" atau dewa dapur yang naik ke langit untuk melaporkan aktivitas manusia selama setahun sebelum Tahun Baru Imlek.

"Saat mereka naik itu, kita bersihkan semua itu. Setelah Imlek, para dewa dipercaya turun kembali dalam keadaan yang lebih bersih," jelas Liana lagi.

Tradisi itu merupakan simbol bagi umat untuk membuka diri dan membersihkan batin sebelum Imlek agar dapat menerima keadaan yang lebih baik. Harapannya, berkahnya mengalir lebih lancar.